
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria memberikan arahan cukup tegas usai melantik 132 pejabat yang terdiri dari pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional Selasa (5/5/2025) di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya.
Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan selama satu tahun tiga bulan dirinya menjabat, ia mengaku mempelajari dan mengevaluasi jalannya pemerintahan di Kabupaten Klungkung. Penilaian bupati ternyata pelayanan publik di Kabupaten Klungkung belum responsif dengan ritme kerja masih lambat menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati Satria menyatakan masih ada pejabat yang kurang gerak cepat dalam menangani apa yang menjadi keluhan masyarakat. Hal itu menurut Bupati karena pejabat merasa terlalu nyaman dengan kondisi saat ini.
Pelantikan tahap pertama ini menjadi momentum bagi para pejabat khususnya pejabat yang baru dilantik untuk melakukan introspeksi diri, bisa melakukan perubahan-perubahan dalam menghadirkan layanan publik.
Bagi Bupati Satria, pelantikan itu bukan sekedar seremonial melainkan bagian dari upaya meneguhkan tanggung jawab atas tugas dan kepercayaan yang diemban setiap pejabat.
“Mari kita lari cepat, keluar dari zona nyaman, melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Mari kita bekerja keras, optimalkan potensi yang ada di Kabupaten Klungkung, buang ego sektoral,” kata Bupati Satria.
Bupati Satria meminta pejabat untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata, melainkan harus berani menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis serta seluruh gerak birokrasi harus berpedoman pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Klungkung Mahotama.
Orang nomor satu di Pemkab Klungkung ini juga mengajak pejabat dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Klungkung aktif menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan di unit kerja masing-masing dalam rangka menciptakan kemandirian fiskal.
“Saya ingin pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, agar Klungkung tidak terus menyandang predikat kabupaten termiskin di Bali. Klungkung punya potensi besar, selama ini saya melihat posisi terlalu nyaman,” ungkap Bupati Satria.
Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar perangkat daerah.Sebab, Bupati Satria menilai, keberhasilan tidak lahir dari kerja individu.Bupati asal Dusun Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida ini menegaskan, mutasi kali ini bukan yang terakhir. Dirinya akan terus mengevaluasi kerja staf, jika tidak sesuai harapan, pejabat bersangkutan dipastikan akan digeser.
Sebanyak 132 aparatur dilantik dalam gelombang pertama ini, terdiri dari 75 Pejabat Administrator, 55 Pejabat Pengawas, 1 Kepala Puskesmas, serta 1 Pejabat Fungsional Ahli Madya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi guna mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Hadir dalam Pelantikan, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, dan Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Klungkung. (yaan)








