
KLUNGKUNG – Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) yang dibangun di bekas galian C di Kabupaten Klungkung tak hanya disiapkan sebagai pusat pengembangan budaya terintegrasi tetapi juga diarahkan menjadi tempat destinasi sport tourism.
Transformasi ini bagian dari upaya mengubah wajah kawasan ekploitasi menjadi ruang produktif dengan memadukan pelestarian budaya dan aktivitas olah raga dan pariwisata. Wujud Langkah kongkret ini, dengan diadakannya lomba balap sepeda bertajuk “Semarapura Criterium 2026” di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Minggu (26/4/2026).
Lomba melibatkan 150 pembalap dari berbagai daerah di tanah air ini, dibuka oleh Bupati Klungkung I Made Satria Bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.
Lomba terbagi dalam beberapa kategori usia dan kelas dengan waktu tempuh selama 30 menit. Pihak panitia merancang kegiatan ini dengan tujuan selain menjaring bibit atlet balap professional juga memperkuat posisi Klungkung sebagai destinasi sport tourism unggulan di Bali.
Bupati Satria mengapresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya lomba balap sepeda ini. Bupati menekankan agar Semarapura Criterium tidak hanya sekadar menjadi ajang kompetisi atletik, melainkan juga sebagai instrumen vital untuk memperkuat branding Klungkung sebagai destinasi sport tourism.
“Saya berharap Semarapura Criterium bukan sekadar ajang adu kecepatan, tetapi mampu melahirkan atlet yang nantinya mengharumkan nama Kabupaten Klungkung baik di kancah nasional maupun internasional. Kami dari pemerintah daerah berkomitmen mendukung upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan,” ujar Bupati I Made Satria.
Bupati Satria mengajak seluruh lapisan masyarakat Klungkung untuk menjadi tuan rumah yang ramah.
“Mari kita tunjukkan bahwa Semarapura tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga mampu menyelenggarakan event olahraga berstandar internasional dengan tertib dan sukses,” harapnya.
Diakhir lomba Bupati Satria juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. (yan)








