
KLUNGKUNG – Rangkaian Festival Semarapura ke-8 yang bakal dimulai Selasa (28/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026) selain menampilkan pentas budaya juga akan diisi dengan pameran UMKM guna membangkitkan ekonomi kreatif di Kabupaten Klungkung.
Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom memberikan perhatian serius keterlibatan pelaku UMKM serta Industri Kecil Menengah (IKM) selama festival berlangsung. Ia meminta panitia memastikan bahwa seluruh keterlibatan UMKM murni tanpa dipungut biaya.
Politisi yang akrab disapa Gung Anom ini menekankan agar festival tahunan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi harus menunjukkan peningkatan kualitas setiap tahunnya serta memberikan dampak kepada pelaku UMKM serta masyarakat secara umum.
Apalagi kata dia, anggaran festival tahun ini yang mencapai Rp 1,3 miliar, wajib dikelola secara transparan dan mengedepankan prinsip akuntabilitas. Menurutnya, angka tersebut sangat besar sehingga penggunaan anggaran wajib dilakukan secara maksimal.
Ia mengingatkan agar anggaran tersebut memberikan imbas positif secara langsung bagi ekonomi masyarakat Klungkung.
“Anggaran festival tahun ini sebesar Rp 1,3 miliar adalah angka yang besar. Itu wajib berimbas positif pada masyarakat khususnya di Kabupaten Klungkung,” kata Gung Anom, Rabu (22/4/2026).
Selain masalah anggaran dan UMKM, Ketua DPRD Klungkung ini memberikan catatan evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Ia meminta panitia tidak lagi memberatkan pihak sekolah dengan kegiatan-kegiatan lomba yang biayanya ditanggung sendiri oleh sekolah.
Ia mencontohkan lomba ngebek sate pada festival sebelumnya yang biayanya dibebankan kepada masing-masing pihak sekolah. Hal semacam ini diharapkan tidak terulang kembali agar festival tetap menjadi ajang kegembiraan tanpa memberikan tekanan finansial kepada institusi pendidikan.
Politisi PDIP ini menegaskan, Dewan akan mengawasi pelaksanaan Festival Semarapura agar tidak ada praktek pungutan liar terhadap pelaku UMKM yang akan ikut terlibat dalam festival.
Dengan pengawasan ketat dari legislative diharapkan Festival Semarapura benar-benar mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Klungkung. (yaan)








