
GIANYAR – Pemkab Gianyar berencana merelokasi SDN 5 Buahan yang berada di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan. Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1982 itu akan diratakan dengan tanah dan diganti dengan sekolah baru di lokasi yang lebih aman bagi siswa.
Relokasi sekolah ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Selain karena kondisi bangunan yang sudah rusak parah dimakan usia, lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya dinilai tidak lagi layak karena aktivitas kendaraan yang semakin padat.
Saat ini kawasan Banjar Susut berkembang pesat sebagai daerah pariwisata dengan banyaknya hotel dan penginapan yang bermunculan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di depan sekolah semakin ramai, sehingga dinilai berpotensi membahayakan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, Minggu (15/3/2026), mengatakan Pemkab Gianyar telah memutuskan untuk membangun sekolah baru di lokasi yang lebih aman namun masih berada di kawasan banjar yang sama.
“Lokasi barunya masih di Banjar Susut, tapi berada di bagian selatan banjar, sekitar 500 meter dari sekolah yang lama,” ujarnya.
Selain faktor keamanan, kondisi fisik bangunan sekolah juga menjadi alasan utama relokasi. Banyak bagian pondasi utama bangunan yang sudah keropos sehingga membutuhkan perbaikan besar jika tetap dipertahankan.
Sementara itu, Kelian Banjar Susut, I Wayan Sudiantara, mengatakan masyarakat sangat mendukung rencana relokasi tersebut. Menurutnya, pemindahan sekolah sebenarnya sudah lama diusulkan warga melalui berbagai forum musyawarah.
Usulan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam musyawarah dusun (musdus), kemudian dilanjutkan dalam musyawarah desa (musdes) hingga musyawarah kecamatan (muscam) Payangan. Namun baru kali ini rencana tersebut bisa direalisasikan.
“Kami sangat mendukung pemindahan sekolah ini. Usulan ini sebenarnya sudah lama disampaikan masyarakat dalam berbagai musyawarah,” jelasnya.
Ia berharap rencana relokasi tersebut benar-benar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah agar siswa bisa belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Sudiantara menambahkan, setelah sekolah dipindahkan, lahan bekas SDN 5 Buahan direncanakan akan dimanfaatkan untuk fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.
Beberapa rencana pemanfaatan lahan tersebut di antaranya pembangunan wantilan banjar serta ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan seni.
“Lahan eks sekolah rencananya bisa dimanfaatkan untuk fasilitas umum seperti wantilan. Selain itu juga menjadi usulan pemuda agar bisa digunakan sebagai tempat kegiatan seni, termasuk lokasi pembuatan ogoh-ogoh yang selama ini belum representatif,” pungkasnya. (dar,yan)








