
GIANYAR – Bali diguyur hujan selama empat hari tanpa henti sejak Sabtu (21/2/2026) sore hingga Selasa (24/2/2026) sore. Hujan deras memicu banjir dan longsor di sejumlah tempat. Di Kabupaten Gianyar, Hujan deras menyebabkan longsor di Pura Kelembu, Banjar Satria, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.
Akibat peristiwa itu tiga bangunan di area pura, Piyasan, Bale Gong, dan Bale Penyimpanan Banten rusak berat akibat tertimpa runtuhan senderan tembok sisi selatan pura.
Sementara di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar dapur milik I Ketut Nanda Putra rusak akibat longsor.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., menyampaikan kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai angin kencang sejak dini hari. “Peristiwa tanah longsor ini murni bencana alam akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dan angin kencang, sehingga mengakibatkan struktur senderan tembok tidak mampu menahan beban tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Kapolsek.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mendekati area Pura Kelembu karena masih terdapat potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang labil,” ujarnya. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 500 juta.
Cuaca buruk juga membuat bangunan milik Yoga Bar di Ubud, jebol. Material longsor menutupi akses jalan ke SD 2 Peliatan.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, SH., MM, mengatakan pihak kepolisian telah merespons cepat kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem. “Apabila melihat tanda-tanda longsor, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti guna mencegah kerugian yang lebih besar,” ujar Kapolsek Gianyar.(dar,yan)








