
GIANYAR – Angin kencang bertiup diatas langit Ubud, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 15.40 Wita. Kawasan yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Gianyar itu mendadak riuh, disusul sebuah pohon beringin keramat berumur ratusan tahun Di areal Puri Kantor Ubud tumbang setelah dihempas angin.
Pohon raksasa berdiameter sekitar 3 meter dengan tinggi mencapai 25 meter itu tumbang seketika, memicu dentuman keras yang mengguncang jantung pariwisata Ubud. Warga dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi sontak berlarian menyelamatkan diri.
Batang beringin yang selama ini menjadi peneduh sekaligus simbol kesejukan kawasan tersebut roboh melintang, menghantam babgunan dan bends yang berada di sekitar lokasi kejadian. Infrastruktur di sekitarnya rusak parah, sementara kendaraan yang tengah melintas tak sempat menghindar. Detik-detik tumbangnya pohon tersebut juga terekam kamera hingga viral di media sosial.
Dua mobil tertimpa batang raksasa tersebut. Yakni, sebuah Toyota Avanza yang berisi empat orang, satu sopir dan tiga penumpang mengalami kerusakan parah. Bodi kendaraan bagian atasnya ringsek akibat beban pohon yang luar biasa. Selain itu, sebuah Daihatsu Terios tanpa penumpang juga terjebak di bawah reruntuhan batang dan dahan. Tiga unit sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi juga bernasib sama hancur tak berbentuk. Seluruh penumpang dan pengemudi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kapolsek Ubud, I Wayan Putra Antara, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban jiwa. Pengemudi dan penumpang di dalam mobil semuanya berhasil selamat meskipun kendaraan mengalami kerusakan,” tegasnya di lokasi kejadian.
Selain menghancurkan kendaraan, pohon sakral ini juga merusak sejumlah bangunan. Angkul-angkul atau pintu gerbang khas Bali serta tembok penyengker Puri Kantor Ubud ikut terdampak. Sebuah bangunan minimarket, pos tiket wisata di sekitar lokasi, dan bangunan lainnya juga mengalami kerusakan cukup serius. Jaringan kabel listrik PLN terputus, menyebabkan aliran listrik di kawasan tersebut sempat dipadamkan demi keamanan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Estimasi kerugian mencapai Rp 1 miliar. Saat ini tim kami masih terus melakukan pendataan mendalam di lapangan untuk memastikan dampak lainnya,” ungkapnya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Gianyar bergerak cepat. Sebanyak 20 personel diterjunkan dengan perlengkapan gergaji mesin untuk memotong batang beringin yang berukuran raksasa.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama mengingat diameter pohon yang sangat besar dan posisi batang yang menimpa kendaraan serta bangunan. Tantangan lain muncul dari kabel listrik yang menjuntai di sekitar lokasi, sehingga petugas PLN harus terlebih dahulu memutus aliran listrik sebelum proses pembersihan dapat dilakukan secara maksimal.
Aparat kepolisian, TNI, BPBD, serta petugas PLN dan masyarakat sekitar, membersihkan dahan pohon.
“Proses evakuasi masih berlangsung,” ujarnya.
Penglingsir Puri Kantor Ubud, Tjokorda Asmara Putra Sukawati, yang juga Wakil Ketua DPRD Gianyar, mengatakan pohon beringin tersebut berusia sekitar 300 tahun, dan memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi bagi keluarga besar puri dan masyarakat Ubud.
Selama ini pihak puri telah berupaya merawat dan menjaga keberadaan pohon tersebut, termasuk mengajukan permohonan pemangkasan kepada pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi. “Namun ini memang murni kejadian alam. Angin kemarin sangat kencang, kami sudah khawatir pohon ini akan tumbang, dan ternyata terjadi hari ini. Kita tidak pernah tahu kehendak alam,” ujarnya.
Pasca kejadian, keluarga besar Puri Agung Ubud akan segera menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya terkait keberadaan pohon keramat tersebut. (dar,yan)








