
KLUNGKUNG – Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (4/2/2026) petang. Rumah milik I Ketut Suastika berukuran sekitar 10 x 6 meter ludes terbakar bersama seluruh isinya, setelah Si Jago Merah mengamuk.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.20 Wita. Saat api mulai membesar, pemilik rumah beserta seluruh anggota keluarganya diketahui tidak berada di rumah. Bahkan, pintu gerbang rumah dalam kondisi tergembok.
Selain bangunan utama yang terdiri dari empat kamar, dapur yang berhimpitan dengan rumah juga ikut hangus dilalap api. Beruntung, kobaran api tidak merembet ke bangunan suci serta bangunan terbuka yang keduanya lokasinya berdekatan dengan bangunan yang terbakar.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api membumbung tinggi. Menyadari situasi darurat tersebut, pihak desa segera membunyikan kulkul bulus sebagai tanda bahaya, sehingga warga berdatangan untuk memberikan pertolongan seadanya.
Agus Sriantara, anak dari I Ketut Suastika, menuturkan saat kejadian dirinya tengah memancing. Sementara kedua orang tuanya sedang bekerja di luar rumah.
“Saya lagi mancing. Ibu saya berjualan di warung, sedangkan bapak masih bekerja. Saya tahu ada kebakaran setelah ibu menghubungi,” ungkap Agus Sriantara saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (5/2/2026).
Pasca kejadian, seluruh anggota keluarga terpaksa bergadang semalaman. Selain karena tidak memiliki tempat tinggal, kondisi psikis keluarga masih diliputi rasa syok akibat musibah yang datang tiba-tiba.
Untuk sementara, keluarga masih kebingungan menentukan tempat tinggal. Meski terdapat satu bangunan lain di lokasi tersebut, kondisinya terbuka tanpa sekat ruangan dan tidak memungkinkan untuk ditempati oleh seluruh anggota keluarga yang berjumlah tujuh orang.
Kelian Banjar Dinas Buayang, Wayan Nati menambahkan, saat kejadian pihak keluarga dalam kondisi panik.
“Wargapun gelagapan melihat kobaran api cukup besar, sampai-sampai membunyikan kulkul bulus agar cepat mendapatkan bantuan warga. Situasinya gelap, belum lagi ada kebel listrik yang membahayakan,” ungkap Wayan Nati.
Menurut Nati, pihak kelaurga belum memikirkan dimana mereka harus tinggal sementara selama rumah tersebut diperbaiki.
“Karena masih syok belum terpikirkan dimana warga kami harus tinggal. Tempat ini (bangunan terbuka) bisa saja dimanfaatkan tapi tidak cukup untuk menampung 7 orang,” imbuh Wayan Nati.
Akibat kejadian itu, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juga rupiah. (yan)








