
KLUNGKUNG – Puluhan anak yatim piatu yang diasuh oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Semara Putra, Klungkung mendapatkan terapi kesehatan mental berupa hipnoterapi, Sabtu (20/12/2025) di aula setempat. Terapi tersebut diberikan oleh Master Sabtu alias Sang Putu Sabtu, seorang hipnoterapis sekaligus penekun wariga, sebagai upaya penguatan emosi dan ketahanan mental anak-anak.
Dalam sesi terapi, Master Sabtu menjelaskan hipnoterapi pada dasarnya bertujuan untuk mengaktifkan potensi pikiran bawah sadar agar mampu membantu perubahan emosi, perilaku, dan kondisi mental seseorang secara positif.
“Secara umum, hipnoterapi itu untuk membangkitkan dan mengoptimalkan kesadaran diri, memahami akar masalah emosi dan trauma, serta memunculkan respons positif dari pikiran bawah sadar seperti rasa tenang, percaya diri, dan motivasi,” kata Master Sabtu.
Menurut Ketua Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia Kabupaten Klungkung tersebut, terapi hipnoterapi yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu difokuskan pada penguatan emosi dan ketahanan mental. Tujuannya adalah membantu anak-anak menyembuhkan luka emosional, menumbuhkan kepercayaan diri, mengurangi rasa takut dan trauma, serta menanamkan sugesti positif agar mereka mampu menerima kondisi hidupnya tanpa rasa rendah diri.
“Tujuan utama terapi ini adalah menyembuhkan luka emosional, menumbuhkan kepercayaan diri, mengurangi ketakutan dan trauma, menanamkan sugesti positif, serta membantu anak menerima kondisi hidupnya dengan lebih kuat secara mental,” ujarnya.
Metode hipnoterapi yang digunakan dilakukan secara ringan dan menyenangkan. Anak-anak diajak melakukan relaksasi ringan dengan duduk santai sambil mendengarkan musik lembut. Selain itu, mereka diberikan visualisasi positif dengan membayangkan tempat yang aman, masa depan yang menyenangkan, serta sosok pelindung yang memberikan rasa nyaman.
Penanggung jawab LKSA Semara Putra, Kadek Sukarya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak asuhnya. Di tengah berbagai tantangan dalam menjalankan pola pengasuhan anak yatim piatu, perhatian seperti ini dinilainya sebagai bentuk karunia Tuhan.
“Saya menyampaikan terima kasih karena anak-anak sudah diberikan terapi. Terima kasih juga atas kepedulian dari para alumni SMAN 1 Denpasar, khususnya angkatan 1995, yang telah ikut berbagi dan peduli,” ujar Kadek Sukarya.
Usai menjalani sesi hipnoterapi, puluhan anak yatim piatu tersebut diajak bernyanyi bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk membangkitkan kegembiraan sekaligus menjadi hiburan bagi anak-anak, sehingga suasana penuh keceriaan dan kehangatan pun terasa di lingkungan LKSA Semara Putra, Klungkung. (yan)








