
GIANYAR – Liga Kampung Soekarno Cup 2025 resmi memasuki babak penentuan setelah digelar sejak 5–13 Desember 2025 di Bali. Memasuki tahun keduanya, turnamen ini berkembang lebih besar dengan menghadirkan delapan tim perwakilan provinsi: Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
Ketua Panitia Soekarno Cup 2025 I Made Mahayastra mengatakan kompetisi ini terinspirasi dari semangat olahraga yang digaungkan Bung Karno pada era 1950-an, ketika ekosistem sepak bola nasional mulai dibangun secara masif melalui pembangunan stadion hingga pembentukan tim nasional.
Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran Prananda Prabowo selaku penggagas, didampingi delapan Ketua DPD PDI Perjuangan dari berbagai daerah.
“Mas Prananda melanjutkan apa yang diperjuangkan Bung Karno melalui Soekarno Cup, namun dalam bentuk liga kampung. Sepak bola adalah olahraga rakyat yang bisa dimainkan di mana saja, gang, jalanan, hingga lapangan kecil,” ujar Agus Mahayastra, Kamis (11/12/2025).
Selain memperebutkan trofi, para peserta juga memperebutkan hadiah spesial, termasuk kesempatan berlatih di luar negeri, bahkan di Eropa yang dikenal memiliki tradisi sepak bola kuat. Hal ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para pemain muda desa untuk terus berkembang.
Agus Mahayastra yang juga Bupati Gianyar menegaskan kompetisi ini menjadi ruang pembinaan bagi pemain muda. “Yang paling penting, semuanya dijalankan dengan sportivitas dan gotong royong,” katanya.
Agenda puncak Soekarno Cup 2025 akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, yang ditetapkan sebagai venue final. Perebutan juara ketiga berlangsung pukul 15.00–17.00 Wita, diselingi pagelaran seni Bali Dwipa sebelum partai final dimulai pada pukul 17.00–20.00 Wita.
Menariknya, seluruh pertandingan dan hiburan pendukung bisa disaksikan gratis oleh masyarakat Bali maupun wisatawan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sepak bola kampung.
Panitia berharap Soekarno Cup menjadi agenda tahunan yang konsisten dan menjadi jembatan bagi talenta muda menuju kompetisi profesional. Dari kampung, menuju dunia. (dar,yan)








