
KLUNGKUNG – Menjelang Hari Raya Galungan, kebutuhan akan babi potong di Kabupaten Klungkung diperkirakan melonjak hingga 600 ekor.
Angka ini jauh di atas ketersediaan sementara yang baru mencapai sekitar 400 ekor berdasarkan pendataan petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Klungkung dua hari sebelum Penampahan Galungan, Selasa (18/11/2025).
Namun pihak Dinas Pertanian memperkirakan stok babi di Klungkung relatif aman.
Sebab, Galungan selalu identik dengan tradisi penjor dan pemotongan babi sebagai bagian dari sarana upakara.
Meskipun kebutuhan meningkat, harga daging babi di pasaran hingga Minggu (16/11/2025) tercatat masih relatif stabil. Stabilitas ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah persiapan hari raya yang biasanya memicu lonjakan permintaan.
Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, Senin (17/11/2025) mengungkapkan estimasi kebutuhan pemotongan untuk Galungan tahun ini diperkirakan mencapai 600 ekor yang tersebar di 336 titik lokasi pemotongan di seluruh wilayah Klungkung.
“Untuk memastikan ketersediaan aman, kami telah membentuk tim pemeriksaan antemortem yang bertugas memeriksa kondisi babi sebelum dipotong. Tim juga sudah melakukan survei ke beberapa lokasi pengumpulan babi pada Jumat kemarin,” kata Juanida.
Dari hasil survei awal tersebut, ketersediaan babi dinilai masih aman dan tidak ditemukan adanya indikasi penyakit ternak.
“Artinya, ketersediaan normal baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” tegasnya.
Meski demikian, jumlah yang telah terdata baru sekitar 400 ekor sehingga pendataan lanjutan akan dilakukan hingga Senin (17/11) untuk memastikan kebutuhan hari raya benar-benar terpenuhi.
Di sisi lain, harga daging babi di tingkat konsumen masih bertahan stabil pada kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, harga babi hidup berada di level Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, yang dinilai masih wajar menjelang hari raya besar keagamaan.
“Pemantauan harga juga terus kami lakukan, tidak hanya untuk daging babi tetapi juga untuk kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya agar harga tetap stabil selama perayaan Galungan,” tambah Juanida. (yan)








