
GIANYAR – Kondisi bangunan SD Negeri 5 Buahan di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, semakin memprihatinkan.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 1982 itu nyaris roboh, lantaran besi tulangan pondasi karatan, tembok retak, tiang bangunan miring. Diperparah kondisi plafon jebol, lantai mengelupas. Sekolah sejak lama tidak pernah mendapatkan perbaikan.
Perbekel Desa Buahan, Wayan Sudarsa, mengaku pihaknya telah mengajukan rencana relokasi sekolah tersebut kepada Pemkab Gianyar. Usulan itu juga sudah disampaikan langsung saat audiensi bersama Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, Kamis (23/10/2025).
“Kami serahkan sepenuhnya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar karena kewenangannya di sana. Rencana ini akan ditindaklanjuti dalam program tahun 2026,” kata Sudarsa.
Menurutnya, masyarakat sejak lama menginginkan agar sekolah direlokasi karena lokasinya terlalu dekat dengan jalan raya dan tidak lagi representatif untuk kegiatan belajar mengajar.
Untuk lokasi baru, pemerintah desa berencana memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali dengan sistem pinjam pakai. Sambil menunggu proses administrasi dan pembangunan, kegiatan belajar mengajar masih tetap berlangsung di bangunan lama yang sudah rapuh. “Anak-anak tetap belajar seperti biasa, tapi memang dengan rasa khawatir. Sesuai arahan Ketua DPRD, sementara mereka bisa dititipkan di SDN 3 Buahan,” ujar Sudarsa.
Saat ini, SDN 5 Buahan menampung sekitar 80 siswa yang sebagian besar berasal dari Banjar Susut. Pemerintah desa berharap relokasi bisa segera terealisasi agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman di lingkungan sekolah yang layak. (dar,yan)








