
GIANYAR – Pemkab Gianyar memilih menyalurkan bantuan seragam SD dan SMP dalam bentuk kain dan ongkos jahit yang langsung ditransfer ke rekening siswa. Menurut Sekda Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama, kebijakan ini tidak hanya menjamin hak pendidikan bagi siswa, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
I Gusti Bagus Adi Widya Utama, menjelaskan keputusan ini merupakan bentuk komitmen Bupati Gianyar untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar gratis sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
“Saat merancang anggaran, kami sepakat memberikan bantuan dalam bentuk kain, bukan pakaian jadi. Alasannya, di beberapa daerah sempat terjadi kesalahan fatal, seperti anak laki-laki dapat rok atau ukuran pakaian tidak sesuai. Dengan cara ini, kesalahan semacam itu bisa dihindari,” jelas pejabat yang akrab disapa Gus Bem ini, Kamis (9/10/2025).
Pemkab Gianyar juga mentransfer langsung biaya jahit kepada siswa melalui rekening Bank BPD Bali.
“Ongkos jahitnya ditransfer langsung ke peserta didik baru. Mereka bebas menjahit di desanya masing-masing. Di hampir setiap desa ada penjahit, sehingga program ini sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika seragam disediakan dalam bentuk jadi, maka pabrik yang menang tender kemungkinan besar berasal dari luar Bali.
“Kalau begitu, uangnya keluar dari daerah. Sementara dengan pola kain dan ongkos jahit, uangnya berputar di Gianyar dan para penjahit lokal ikut mendapat pekerjaan,” ujarnya.
Gus Bem tidak menampik soal sempat ada keluhan soal keterlambatan transfer ongkos jahit. Menurutnya, kendala terjadi karena banyaknya jumlah siswa penerima bantuan yang mencapai 7.000 sampai 14.000 orang dalam satu tahun ajaran.
“Kemarin bank memang kewalahan membuka rekening baru dalam jumlah sebanyak itu. Ke depan, kami imbau orangtua agar menyiapkan rekening lebih awal untuk anak-anak yang akan masuk SD atau SMP,” ujarnya.
Bantuan seragam yang diberikan mencakup tiga pasang kain untuk seragam utama (putih-merah atau putih-biru), seragam Pramuka, dan batik atau endek, ditambah satu stel pakaian olahraga yang sudah jadi beserta sepasang sepatu sekolah.(dar,yan)








