
BANGLI – Rasa cemburu diduga menjadi pemicu aksi penusukan yang dilakukan Kadek RJ (28), warga Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ia nekat menusuk Kadek EB (23), yang juga berasal dari Desa Batur, pada Jumat malam (3/10/2025) di wilayah Desa Kedisan, Kintamani. Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Bangli.
Pejabat Sementara (Ps). Kasi Humas Polres Bangli, Iptu Ketut Ratwijaya, didampingi Kasat Reskrim Iptu Habib Auliya, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (4/10/2025).
“Kasus ini masih ditangani unit Satreskrim Polres Bangli,” ujar Iptu Ratwijaya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan polisi, insiden berawal saat korban Kadek EB bersama beberapa temannya, termasuk I Wayan Budiasa (44), tengah menenggak minuman keras jenis arak di Desa Bonyoh, Kintamani. Sekitar pukul 15.30 WITA, datang Ni Putu NA, istri pelaku, yang ikut bergabung dalam acara tersebut.
Sekitar pukul 16.30 WITA, korban bersama Budiasa pindah ke Desa Kedisan untuk melanjutkan pesta minuman menggunakan mobil Avanza warna silver DK 1472 FH. Sementara Ni Putu NA pergi menggunakan mobil Feroza miliknya.
Setibanya di Balai Banjar Kedisan sekitar pukul 17.00 WITA, korban melihat pelaku bersama istrinya di lokasi. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung membuka pintu mobil Avanza dan menusuk korban pada bagian tangan dan perut menggunakan pisau lipat.
“Usai kejadian, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Kintamani, sementara korban dilarikan ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan intensif,” jelas Iptu Ratwijaya.
Kondisi Korban dan Barang Bukti
Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pisau lipat yang digunakan dalam penyerangan tersebut. Hasil pemeriksaan medis oleh dr. Made Pandu Dewanata dari RSUD Bangli menunjukkan korban mengalami dua luka tusuk, satu di bagian bawah dada/perut kiri selebar 2 cm dan satu di siku tangan kiri selebar 1 cm.
“Dari hasil rontgen, luka tusuk di bagian perut tidak mengenai organ dalam. Korban sudah diperbolehkan pulang setelah penanganan intensif,” terang Kasat Reskrim Polres Bangli, Iptu Habib Auliya.
Diduga Cemburu karena Perselingkuhan
Motif penusukan diduga kuat karena cemburu, setelah pelaku mengetahui korban memiliki hubungan gelap dengan istrinya.
“Motif sementara karena cemburu. Pelaku merasa istrinya memiliki hubungan khusus dengan korban,” tambah Iptu Habib.
Kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Bangli untuk mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.(dus,yan)








