
BANGLI – Pemkab Bangli bergerak cepat setelah meninggalnya seorang balita perempuan, Made Sukma Diatmika (4), yang diduga akibat serangan anjing liar di Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani. Tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, Rabu (29/6/2024).
Tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, serta sejumlah unsur terkait, turun langsung ke lokasi guna melakukan penelusuran sekaligus penanganan awal.
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan pihaknya bergerak segera setelah menerima laporan kejadian tersebut. Fokus utama saat ini adalah mencegah potensi penyebaran rabies di wilayah setempat.
“Sejak kemarin kami sudah melakukan vaksinasi di wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran rabies,” ujarnya.
Selain vaksinasi, tim juga melakukan eliminasi terhadap anjing liar di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko penularan, mengingat populasi anjing liar di kawasan tersebut cukup tinggi.
Meski demikian, Sarma menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, belum dilakukan pengambilan sampel otak anjing karena tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut.
“Kendala kami, tidak ada yang melihat langsung peristiwa itu, sehingga kami belum bisa menentukan anjing mana yang harus diambil sampelnya,” jelasnya.
Di samping upaya teknis di lapangan, pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada warga. Masyarakat diimbau untuk memelihara hewan peliharaan, khususnya anjing, dengan baik dan memastikan vaksinasi rutin guna mencegah rabies. (dus,yan)








