
KLUNGKUNG – Pemilihan calon ketua DPC PDIP Klungkung mulai menghangat. Nama Nyoman Suwirta (mantan bupati Klungkung) harus bersaing dengan incumbent Anak Agung Gde Anom yang telah dua periode menjabat, serta sederet nama kader senior seperti Sang Nyoman Putrayasa (Sekretaris DPC), Wayan Misna (bendahara DPC), dan Nengah Arianta (wakil ketua). Tiga nama senior tersebut diusulkan oleh PAC lainnya.
Tarik-menarik pun terjadi, kelompok konservatif mendorong agar kursi Ketua DPC tetap diisi kader senior yang lama berproses di partai, sementara kelompok lain menilai regenerasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan faktor elektabilitas.
Ketua PAC Dawan, Nengah Ari Priadnyana, menegaskan alasan pihaknya mengusulkan nama Suwirta lebih pada basis massa yang masih kuat.
“Bukti elektabilitasnya jelas, dua kali terpilih sebagai bupati dan setelah bergabung ke PDIP langsung lolos sebagai anggota DPRD Bali. Hilangnya nama Gung Anom lebih karena kader menghendaki regenerasi,” tegasnya.
Ia juga menyebut nama Bupati Klungkung, I Made Satria, sebagai kandidat lain yang didorong dengan alasan serupa.
“Kalau berpikiran konservatif terus, kader muda potensial tidak akan punya peluang. Partai bisa kerdil,” tambah Ari Priadnyana yang juga anggota DPRD Klungkung. (yan)








