
BADUNG – Ratusan pemimpin industri telekomunikasi dunia berkumpul di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Suasana hangat berpadu dengan semangat besar: membangun masa depan digital bersama melalui forum Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 yang berlangsung tiga hari ( 26-28) Agustus 2025.
Tema “Igniting Tomorrow’s Digital Evolution” tak sekadar slogan. Dari panggung megah, Managing Director Danantara, Setyanto Hantoro, menegaskan mimpinya menjadikan Indonesia pusat data regional. Bagi Setyanto, transformasi bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kolaborasi global, transfer teknologi, dan eksekusi disiplin untuk kesejahteraan jangka panjang.
Suara optimisme itu disambut Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. Dalam keynote-nya, ia menegaskan bahwa BATIC lebih dari sebuah konferensi. “Forum ini adalah wadah aksi kolektif. Melalui kolaborasi, kita membangun masa depan terkoneksi bagi semua,” ungkapnya. Ia juga memperkenalkan inisiatif strategis, mulai dari Indonesia Cable Express (ICE) hingga AI Center of Excellence, sebagai langkah konkret Telkom mendorong Indonesia menjadi hub digital Indo-Pasifik.
Diskusi hari pertama menggali fondasi utama: infrastruktur digital. Kabel bawah laut, pusat data, jaringan 5G, hingga cloud dan AI dipandang sebagai tulang punggung transformasi. CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba, bahkan menyebut pertumbuhan permintaan layanan digital di Asia Pasifik bisa mencapai 40 persen per tahun, dengan satelit tetap vital menjangkau daerah terpencil.
Tak hanya diskusi, BATIC juga melahirkan langkah nyata lewat penandatanganan sejumlah kerja sama strategis Telin dengan mitra internasional. Sementara malamnya, Gala Dinner di Taman Bhagawan menjadi ruang pertemuan yang lebih hangat, memadukan diplomasi teknologi dengan keramahan khas Bali.
BATIC 2025 pun bukan sekadar ajang konferensi. Ia adalah kisah tentang optimisme, kolaborasi, dan tekad menjadikan Indonesia bagian penting dari peta digital dunia. (sur)








