
KLUNGKUNG – Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida melakukan berbagai kegiatan dalam menggairahkan ekonomi kerakyatan. Melalui gelaran Pameran UMKM bertema “Tanjung Kerambitan Mesari”, sebanyak 30 pelaku usaha mikro diberi ruang untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan mereka, khususnya dari sektor kuliner dan kerajinan.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Batununggul Village Festival yang kini dibranding menjadi Surya Metu Fest. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Camat Nusa Penida, I Kadek Yoga Kusuma, pada Rabu malam (30/7), tak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah strategis penguatan ekonomi lokal.
Ketua Panitia, I Dewa Gede Ardha Kencana, menyampaikan antusiasme pelaku UMKM meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Total ada 30 tenan, mayoritas bergerak di bidang kuliner. Kami utamakan pelaku usaha lokal terlebih dahulu karena tujuan utama dari event ini adalah mendorong kekuatan ekonomi masyarakat desa,” tegas Dewa Ardha.
Kata dia, aneka sajian kuliner tradisional hingga olahan kekinian ramai diserbu pengunjung bahkan ada wisatawan manca negara. Tak sekadar jualan, pelaku UMKM juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan brand, berinteraksi langsung dengan konsumen, dan membangun jejaring usaha.
Camat Nusa Penida, I Kadek Yoga Kusuma, menilai kegiatan ini sebagai terobosan positif dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah kepulauan. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini lebih semarak dan agresif dibanding tahun lalu.
“Pameran ini tidak sekadar hiburan. Ini adalah promosi dan penggerak ekonomi nyata. Dampaknya sangat terasa, terutama dalam menahan laju wisatawan one-trip. Setidaknya mereka memilih untuk menginap lebih lama karena ada sajian budaya, kuliner, dan hiburan malam yang menarik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Camat Yoga berharap konsep seperti ini bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Nusa Penida sebagai strategi menumbuhkan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Model event seperti ini bisa jadi role model. Jika setiap desa bergerak, maka kita tidak hanya membangun ekonomi, tapi juga memperkuat identitas budaya kita di mata wisatawan,” tambahnya.
Pameran UMKM ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat bisa menjadi kekuatan besar dalam membangkitkan ekonomi pascapandemi. (yan)








