
BADUNG – Bertempat di pesisir Pantai Jerman, Kuta, ratusan orang merayakan sebuah momentum bersejarah di dunia kripto. Momen tersebut dikenal dengan istilah ‘Bitcoin Pizza Day’. Bitcoin Pizza Day, sesungguhnya diperingati di setiap tanggal 22 Mei. Hal itu berkenaan dengan historis transaksi yang kini dianggap sebagai titik awal revolusi keuangan digital.
Hari itu, tepatnya 15 tahun lalu, terjadi transaksi pertama menggunakan Bitcoin atau BTC, untuk pembelian barang nyata. Transaksi dilakukan oleh seorang pria asal Florida bernama Laszlo Hanyecz, yang membeli 2 loyang pizza dengan imbalan 10.000 BTC.
Ketika transaksi itu dilakukan, nilai 10.000 Bitcoin dihargai dengan nilai $41 atau setara Rp600 ribu. Namun saat ini, 1 BTC berada pada kisaran $111.000, sehingga nilai kedua pizza tersebut setara dengan Rp18 triliun. Hal itu sekaligus menjadikan pizza tersebut sebagai pizza termahal sepanjang sejarah.
Bitcoin Pizza Day bukan hanya diperingati oleh berbagai komunitas kripto Indonesia. Melainkan secara global di seluruh dunia. Peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari acara edukasi hingga pesta pizza.
Di Bali sendiri, kegiatan serupa dilaksanakan oleh sebuah platform perdagangan aset kripto ternama di Indonesia, yakni Tokocrypto. Kegiatan terselenggara atas kerjasama berbagai pihak, utamanya BinanceAcademy dan CryptosiastDao.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukatif sekaligus hiburan. Acara mencakup berbagai aktivitas menarik seperti sesi networking, pembagian pizza gratis, games interaktif, serta giveaway eksklusif.
Salah satu sorotan utama adalah diskusi bertajuk ‘Bitcoin 360°: From History to the Future of Finance’ yang menghadirkan sejumlah tokoh penting industri, termasuk Wan Iqbal (CMO Tokocrypto), Bonifacio Renanda (TKO Lead), Yunepto (Crypto Influencer), dan Andy (pendiri Crypstock). Diskusi ini bertujuan untuk menggali perjalanan Bitcoin dari masa lalu hingga perannya di masa depan sebagai bagian dari transformasi keuangan global.
Bagi CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, Bitcoin Pizza Day bukan hanya sebuah seremonial. Melainkan momen penting untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi investasi aset kripto. Menurut dia, momen ini menjadi refleksi bagaimana sebuah inovasi yang dahulunya diragukan, kini mampu mengubah hidup banyak orang. Bitcoin Pizza Day juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang Bitcoin dari sekadar eksperimen awal hingga menjadi aset yang diakui secara global.
“Bitcoin Pizza Day mengingatkan kita betapa besar potensi pertumbuhan teknologi dan aset kripto. Apa yang dahulu dianggap sebagai eksperimen atau bahkan lelucon, kini menjadi bagian penting dari sistem keuangan global. Melalui perayaan ini, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memahami kripto secara benar dan bertanggung jawab,” sebutnya.
Dijelaskan dia, pada 22 Mei, Bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yang mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui $2,2 triliun, sehingga berhasil menyalip Amazon dan mengangkat total pasar kripto melewati kapitalisasi pasar Microsoft sebesar $3,39 triliun. Pencapaian ini mencerminkan perubahan besar dalam persepsi pasar terhadap mata uang kripto, yang kini semakin diterima sebagai aset yang sah dan bernilai.
“Pertumbuhan serta penerimaan Bitcoin sebagai aset global menunjukkan potensi besar yang masih belum sepenuhnya tereksplorasi. Meski masih dihadapkan pada ketidakpastian makro dan risiko volatilitas, prospek jangka panjang Bitcoin sebagai aset yang mampu bersaing dengan emas semakin terlihat realistis,” bebernya.
Diungkapkannya, berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp109,3 triliun hingga Kuartal I 2025. Dengan jumlah investor yang melonjak, yakni menjadi 13,31 juta orang.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap aset digital sebagai salah satu pilihan investasi alternatif. Menanggapi tren tersebut, Calvin menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang kripto. Ia menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar para investor, khususnya generasi muda, tidak hanya tergiur oleh potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko yang ada serta mekanisme kerja aset kripto.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tapi edukasi harus tetap jadi prioritas utama. Di tengah pertumbuhan yang cepat, kami ingin memastikan bahwa pengguna paham betul risiko dan manfaat dari investasi kripto,” ujar Calvin.
Untuk diketahui pula, sebagai bagian dari komitmen edukasi, Tokocrypto secara konsisten menyelenggarakan berbagai inisiatif untuk mendekatkan literasi aset digital ke masyarakat. Sepanjang tahun 2024, Tokocrypto telah menggelar 135 acara edukasi di 20 kota dan 20 kampus, menjangkau lebih dari 200.000 peserta melalui program OBRAS (Obrolan Komunitas) dan Web3 University Tour.
Dengan basis pengguna yang telah melampaui 4 juta orang, lebih dari 400 token/koin, dan 600 pasangan perdagangan yang tersedia di platform, Tokocrypto terus memperkuat perannya sebagai pelopor dan pemimpin dalam industri kripto di Indonesia. (adi)








