
BULELENG – Masih adanya warga yang kesulitan mendapatkan Gas Melon (LPG 3 Kg) mendapatkan perhatian khusus managemen Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Ayu Sari Pertiwi di Desa Temukus Kecamatan Banjar.
Selain memastikan ketersediaan stok dan pendistribusian LPG bersubsidi tersebut sesuai skema yang ditetapkan PT. Pertamina, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat penerima manfaat juga disampaikan tips menjadi ‘Konsumen Cerdas Bersama Pertamina’ untuk mendapat layanan dari seluruh Otlet Resmi Penjualan LPG 3Kg PT. Pertamina (Persero).
“Karena, saat ini kondisi penyaluran LPG 3Kg sudah sampai ke pelosok melalui Outlet-outlet resmi penjual LPG3Kg PT. Pertamina. Stok pada SPBE masih aman dan sudah terdistribusi ke agen, pengkalan hingga outlet atau pengecer,” ungkap Manager PT. Ayu Sari Pertiwi (ASP) I Made Kariasa usai memantau distribusi LPG 3Kg di SPBE Desa Temukus Kecamatan Banjar, Sabtu (10/5/2025).
Kariasa yang juga selaku perwakilan Hiswana Migas Bali di Kabupaten Buleleng mengapresiasi keluhan sejumlah warga masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3Kg pada outlet di Kecamatan Banjar dengan memberikan tips.
“Jadilah konsumen/pembeli yang cerdas, jangan berpatokan pada satu titik (outlet) karena dimanapun pembeli terutama yang sudah terdaftar sebagai penerima manfaat Gas Melon dan untuk kebutuhan rumah tangga pasti akan dilayani oleh outlet yang tersebar hingga ke pelosok,” terangnya.
Kecuali, pembelian LPG3Kg untuk konsumsi lain (bukan untuk rumah tangga,red), pasti tidak akan dilayani.
“Kalau pembelian LPG3Kg untuk konsumsi lain, mohon maaf itu pasti dilarang. Itu ada tatanannya, contoh beli gas pada posisi titik SPBE belinya ke Pertamina, Agen beli ke SPBE, Pangkalan beli ke Agen dan Pangkalan menjual gas ke outlet sebagai penjual ke masyarakat. Dengan ketentuan dalam satu bulan, setiap rumah tangga sesuai KTP/NIK terdaftar maksimal dapat membeli 4-5 tabung. Kalau ada yang membeli lebih dari itu, sudah ada indikasi penyalahgunaan,” pungkasnya. (kar/jon)








