
BADUNG – Pasca rampungnya akses kerja, Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Kuta-Legian-Seminyak tengah mengarah ke pelaksanaan pekerjaan modifikasi breakwater eksisting. Prosesnya saat ini masih berada pada tahap pembongkaran (demolish).
PPK Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Bambang Kardono mengakui, pasang surut air laut merupakan salah satu tantangan dalam pelaksanaannya. Penyesuaian dilakukan, sekalipun yang memungkinkan adalah pada malam hari.
Sementara ini, sambung dia, yang memungkinkan adalah dalam rentang waktu dari pukul 17.00 Wita hingga 24.00 Wita. Sehingga pada pagi dan siang hari, dioptimalkan untuk mobilisasi material.
Diterangkan dia, breakwater yang saat ini dibongkar untuk dimodifikasi, adalah breakwater eksisting. Yang lokasinya, berada di perairan depan Centro.
Setelah modifikasi dilakukan, sambung dia, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan 4 breakwater baru. Dengan posisi yakni masing-masing dua breakwater pada sisi utara dan selatan breakwater eksisting. Antar breakwater, memiliki jarak sekitar 40 meter.
“Untuk saat ini kita pakai material yang ada. Untuk material baru, masih dalam proses pengiriman. Kita pesan dari Pamekasan Madura,” ucapnya sembari menyebut pembangunan breakwater ditarget rampung pada Oktober 2025 mendatang. Kemudian akan dilanjutkan pengisian pasir pada bulan November 2025.
Terpisah, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana berharap tahapan pengerjaan dapat berjalan lancar. Karena BBCP Phase II diyakini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan wisata Kuta. “Kami berharap proyek ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya untuk perlindungan pantai, tapi juga untuk keberlanjutan pariwisata di Kuta,” harapnya. (adi)








