
MANGUPURA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, mulai melaksanakan pemeliharaan kawasan taman Patung Dewa Ruci Kuta. Sebelum dimulai pekerjaan, didahului dengan upacara matur piuning di lokasi yang telah dilaksanakan pada hari Rabu (30/4).
Pemeliharaan patung yang merupakan salah satu ikon pulau Bali ini, mengingat pada beberapa bagian patung mengalami kerusakan. Kabid Tata Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Narayana, menjelaskan pekerjaan dilakukan berupa pemeliharaan, dan perbaikan patung Dewa Ruci, dan patung-patung yang ada di kawasan tersebut.
“Sebelum memulai pekerjaan, terlebih dahulu kita menggelar upacara matur piuning secara niskala. Agar pekerjaan nantinya dapat berjalan lancar,”kata Narayana yang dikonfirmasi, Minggu (4/5). Ditanya soal anggaran, untuk kegiatan pemeliharaan, perbaikan dan pengecatan total patung dianggarkan Rp 150 juta.
Dikatakannya, anggaran ini bukan hanya untuk patung Dewa Ruci saja, tapi termasuk patung-patung lain yang berada di kawasan tersebut, taman, serta pemeliharaan kolam dan air mancur. “Jadi anggaran tersebut untuk pemeliharaan kawasan Taman Patung Dewa Ruci secara keseluruhan,”ujarnya. Pengerjaan telah dimulai dengan pengeringan kolam yang mengelilingi Patung Dewa Ruci.
DLHK Badung sendiri secara rutin melakukan pemeliharaan patung-patung yang berada di sejumlah titik strategis, mulai dari wilayah Petang hingga Kuta Selatan. Hal ini dilakukan, mengingat hasil pengecekan yang dilakukan tim DLHK, patung-patung tersebut banyak mengalami kerusakan. Seperti retak, keropos dan warnanya mulai kusam, sehingga perlu segera dilakukan pemeliharaan. (lit)








