
TABANAN – Puluhan jabatan kepala sekolah baik SD maupun SMP termasuk PUAD di Kabupaten Tabanan yang sempat kosong akibat penundaan selama Pemilu serentak, segera terisi. Proses seleksi saat ini tengah berlangsung di Dinas Pendidikan. Bahkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan segera memprosesnya.
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kekosongan kepala sekolah tersebut harus segera diatasi untuk menjaga stabilitas kepemimpinan di sekolah. Sekaligus proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
“Sudah saya instruksikan agar segera dituntaskan. Jangan sampai kekosongan ini terlalu lama,” tegasnya, baru baru ini.
Menurut Bupati Sanjaya, Kepala sekolah adalah ujung tombak dalam manajemen sekolah. Sehingga tidak boleh ada kekosongan terlalu lama.
“Saya minta Dinas Pendidikan segera mengambil langkah cepat,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, menjelaskan bahwa pengisian dilakukan secara bertahap untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Tertundanya proses ini sebelumnya disebabkan oleh adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang melarang mutasi saat Pemilu.
“Sekarang proses sudah berjalan. Nama-nama sedang diajukan ke Kementerian Dikdasmen untuk persetujuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbeda dari sebelumnya yang hanya dilakukan secara internal, kini proses pengisian harus melalui kementerian. Setelah mendapat persetujuan, nama-nama akan diajukan ke pejabat pembina kepegawaian, yakni Bupati, melalui BKPSDM, dan ditetapkan melalui SK.
Diakui pula untuk bisa menjadi kepala sekolah, selian soal kepangkatan, seorang guru juga wajib memiliki sertifikat calon kepala sekolah (Cakep) atau minimal sudah menjadi guru penggerak.
“ Itu persyaratan yang harus dimiliki seorang guru untuk bisa diangkat menjadi kepala sekolah,” tandasnya
Jumlah pendaftar saat ini tercatat sebanyak 4 orang untuk TK, 65 orang untuk SD, dan 49 orang untuk SMP. Adapun jumlah sekolah yang ada yakni 11 TK, 285 SD, dan 38 SMP.
“Jumlah kekosongan tidak sebanyak total sekolah yang ada. Kami pastikan tidak mengganggu proses pembelajaran. Semuanya sudah diisi pejabat dari sekolah terdekat,” pungkasnya. (jon)








