
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) Kabupaten Buleleng segera menyiapkan 5 orang peserta putra dan 5 orang peserta putri untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali tahun 2025.
Selain memiliki wawasan kebangsaan dan mental yang baik, calon peserta yang berasal dari 70 besar calon Paskibraka Kabupaten Buleleng tahun 2025 juga diharapkan memenuhi kreteria phisik serta psikologis sesuai ketentuan Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.
“Lima pasang calon peserta seleksi Paskibraka Provinsi Bali tahun 2025 pada Bulan Mei 2025, kita akan pilih dari 70 besar calon Paskibraka Kabupaten Buleleng yang telah dinyatakan lulus seleksi tanggal 21 Maret 2025,” tandas Kepala BKBP Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono usai rapat evaluasi, Kamis (10/4/2025).
Kappa menegaskan, sesuai komitmen dan demi menjaga serta meningkatkan prestasi Paskibraka Buleleng ditingkat Provinsi Bali maupun Nasional, penentuan 10 orang peserta (putra dan putri) dilakukan tanpa melihat peringkat 70 besar tingkat kabupaten.
“Dari 70 besar kabupaten ini kita akan pilih 5 orang peserta putra dan 5 orang peserta putri, untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Kita tidak melihat peringkat, itu sudah kita sosialisasikan diawal saat seleksi kabupaten kepada pembina dari sekolah, bahwa calon peserta seleksi tingkat provinsi yang disiapkan adalah peserta yang memiliki kans tertinggi untuk lolos,” ungkapnya.
Bukan hanya lolos pada seleksi tingkat provinsi, tapi juga seleksi menuju Paskibraka Nasional.
“Seperti tahun lalu dengan skema yang disiapkan hasilnya maksimal, kita kirim 10 yang lolos 9 orang dan kembali 1 orang. Dan 1 orang lolos Paskibraka Nasional,” terangnya.
Terkait target, Kappa secara diplomatis menyatakan tidak ada namun tetap berharap minimal bisa mempertahankan prestasi tahun lalu, 9 orang putra/putri terbaik Buleleng lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali dan 1 orang putra terbaik Buleleng lolos seleksi Paskibraka Nasional.
“Harapan kita seperti itu, dari seleksi tahun ini apa yang menjadi kekurangan tahun lalu kita lakukan evaluasi setiap tahunnya dengan harapan bisa mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah peserta putra dan putri terbaik Buleleng yang lolos ditingkat provinsi dan nasional,” tegasnya.
Yang menjadi kendala selama ini, kata Kappa yang mengapresiasi dukungan sekolah maupun orang tua peserta adalah minimnya jumlah peserta putri dari seleksi ditingkat sekolah hingga kabupaten, terutama yang memenuhi kreteria phisik berupa tinggi badan. (kar/jon)








