
BULELENG – Beberapa insiden (pelanggaran) yang terjadi pada rangkaian pelaksanaan Catur Berata Penyepian di Desa Patas Kecamatan Gerokgak, disikapi serius Perbekel Desa Patas Made Suparsa.
Untuk menyelesaikan insiden yang terjadi, Perbekel Suparsa bersama Forkompincam Gerokgak menggelar rapat kordinasi (rakor) melibatkan pihak terkait antara lain Kelian Desa Adat Patas, Ketua Taqmir Masjid Al-Muttaqien dan Wakil Taqmir Masjid Nurul Falah Desa Patas serta tokoh masyarakat.
“Astungkara, melalui rapat koordinasi hari ini, dengan kesadaran dan demi terjaganya kondusifitas semua pihak sepakat damai dan menerima permohonan maaf yang disampaikan ketua Takmir Masjid Al-Muttaqien dan Wakil Taqmir Masjid Nurul Falah,” ungkap Perbekel Desa Patas Made Suparsa pada rapat koordinasi di GOR Amartha Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Senin (31/3/2025).

Perbekel Suparsa memaparkan, pada rakor yang dihadiri Kapolsek Gerokgak dan Danramil 1609-08 Gerokgak semua pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan peristiwa yang terjadi dan viral di media sosial seperti petugas PLN yang melakukan pengontrolan lampu penerangan jalan yang masih menyala atas kordinasi dengan pecalang, Kelian Banjar Dinas Yeh Biu Keolod Desa Patas yang juga Wakil Taqmir Masjid Nurul Falah mengimbau warga dengan pengeras suara agar tetap kondusif dan saling menghargai saat Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dan Ketua Taqmir Masjid Al-Muttaqiem terkait pengeras suara yang sempat berbunyi saat Hari Raya Nyepi.
“Setelah diskusi dan mediasi antar tokoh masyarakat, Ketua Taqmir Masjid Al-Muttaqien dan Wakil Taqmir Masjid Nurul Falah membuat pernyataan sikap, mohon maaf atas kejadian tersebut. Dengan ditandatanganinya Surat Pernyataan, kesepakatan bersama tersebut, kita berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (kar/jon)








