
BADUNG – Lebih dari 972 ribu kendaraan diperkirakan melintas di atas tol berpanorama indah, Jalan Tol Bali Mandara, pada masa libur Lebaran. Angka itu merupakan prediksi selama 22 hari, mulai dari H-10 hingga H+10 Idul Fitri.
Mengutip data dari PT Jasamarga Bali Tol, prediksi volume lalin tersebut adalah untuk rentang waktu dari 21 Maret hingga 11 April 2025 mendatang. Total akan ada 972.460 kendaraan yang diprediksi melintas dalam kurun waktu selama 22 hari. Dengan hitungan rata-rata 44.203 kendaraan di setiap harinya.
Jika dibandingkan dengan realisasi pada masa libur Lebaran tahun 2024. Yang mana pada saat itu, total capaian berada pada angka 978.261 kendaraan. Dengan rata-rata harian yakni mencapai 44.466 kendaraan per hari.
Jika dibandingkan antara prediksi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya, maka ada selisih sebanyak 5.801 kendaraan. Atau dengan kata lain, ada penurunan sebanyak -0,59% jika dibandingkan dengan realisasi Idul Fitri 2024.
Penurunan inipun terasa jika prediksi Idul Fitri tahun ini dibandingkan dengan capaian lalin normal. Utamanya mengacu capaian selama 22 hari, dari tanggal 24 Februari hingga 2 Maret 2025. Penurunan mencapai 33.412 kendaraan atau -3,32%, karena volume lalin normal dalam rentang waktu tersebut mencapai 1.005.872 kendaraan atau rata-rata 45.721 kendaraan/hari.
“Prediksi untuk yang sekarang ini memang lebih kecil dari tahun sebelumnya ataupun lalin normal kami di tahun 2025. Kenapa itu bisa terjadi? Karena dalam rentang waktu ini ada Hari Raya Nyepi, sehingga Jalan Tol Bali Mandara tutup selama 32 jam,” ungkap Manager Operation & Maintenance PT JBT, I Putu Gandi Ginantra, belum lama ini.
Memastikan kelancaran lalin selama periode libur Idul Fitri, PT JBT dikabarkan akan menyiagakan puluhan petugas. Termasuk pula sarana dibutuhkan. “Seluruh armada kami siagakan 24 jam untuk peride Idul Fitri ini. 115 CCTV juga telah siap, dan terpasang tersebar di Jalan Tol Bali Mandara. Bukan hanya itu, sensor angin juga telah terpasang pada 6 titik. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan-perbaikan. Semuanya kami lakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna saat melintas di Jalan Tol Bali Mandara,” sebutnya.
Bukan hanya itu, PT JBT juga menyiapkan alat Mobile Reader (MR) untuk transaksi jemput bola menyikapi kemungkinan terjadinya antrian transaksi di gerbang tol. Selain itu, dalam periode libur Idul Fitri, juga dilakukan penjualan Uang Elektronik (Unik) atau dikenal dengan istilah Kartu Tol di setiap gerbang. Koordinasi dengan perbankan telah dilakukan, untuk menyediakan 20 ribu stok kartu. “Kami juga ada drive thru yang berlaku di Kantor Operasional (Pull Ruas). Di sana melayani penjualan dan top up Unik,” imbuhnya. (adi)








