
BULELENG – Sebanyak 13 peserta terdiri dari 94 peserta putra dan 40 peserta putri calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng tahun 2025, mengikuti tahapan seleksi kepribadian.
Selain minat dan bakat melalui test wawancara, penilaian rekam jejak pesera di media sosial (Medsos) juga menjadi poin penting menuju 70 besar calon Paskibraka Buleleng 2025.
“Pada seleksi tahap lanjutan ini, kita lakukan penilaian rekam jejak peserta di media sosial, karena jejak digital mempengaruhi masa depan seseorang. Disana tercermin sikap perilaku, attitude seseorang itu baik atau tidak,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Nilai Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng, Ketut Suseni Indrawati disela-sela kegiatan, Sabtu (22/3/2025).
Perkembangan teknologi digital, kata Suseni sangat berpengaruh pada sikap perilaku seseorang utamanya generasi muda dalam pemanfaatan media sosial.
“Terlebih mereka akan menjadi Paskibraka, tentunya harus memiliki jiwa nasionalisme dan senantiasa menjungjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan,” jelasnya.
Melalui penilaian rekam jejak di media sosial, akan diketahui sikap, moral, etika dan karakter dari masing-masing peserta.
“Karena, pasti mereka punya akun media sosial, dan unsur penilaian dari rekam jejak digital juga penting untuk memastikan sikap, moral, etika dan karekter peserta, utamanya terkait ujaran kebencian dan hoaks,” tegasnya.
Penilaian rekam jejak yang mengacu pada Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Sosial (BPIP) Republik Indonesia No 3 tahun 2012 ini diharapkan dapat menjadi contoh baik berprilaku di dunia nyata dan interaksi sosial. (kar/jon)








