
GIANYAR – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Gianyar mengakibatkan bencana pohon tumbang, piyasan hingga bale gong roboh.
Salah satunya piyasan Pura Desa Adat Lebih, Kecamatan Gianyar yang roboh pada Sabtu (22/3) sekitar Pukul 12.30 WITA.
Prajuru Desa Adat Lebih, Dewa Nyoman Patra (52) mengungkapkan peristiwa terjadi saat dirinya sedang melintas di depan Pura menggunakan sepeda motor. Saat itu, cuaca dalam kondisi hujan deras dan angin bertiup sangat kencang.
“Terdengar suara keras dan setelah diperiksa, ternyata bangunan Piyasan Pura telah roboh,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 350 juta. Pura ini merupakan tempat ibadah yang sangat penting bagi masyarakat setempat, sehingga kejadian ini menjadi perhatian bersama.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Nyoman Sukadana menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat cuaca ekstrem seperti ini. Jika terdapat bangunan yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat diambil tindakan pencegahan,” ujar Kapolsek Gianyar.
Sementara itu, pihak Desa Adat Lebih bersama warga akan segera melakukan upaya pembersihan dan perbaikan agar aktivitas keagamaan di Pura dapat kembali berjalan dengan baik. Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga terus melakukan monitoring serta memberikan pendampingan kepada warga dalam menghadapi situasi ini.
Angin kencang juga merobohkan Balai Gong di Pura Dalem Taak, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Menurut Jero Mangku Pura Dalem Taak, I Putu Arnawa, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA.
Setelah hujan reda, Jero Mangku merasa cemas dan mengecek Pura Dalem, kemudian mendapati bangunan Balai Gong roboh. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp. 300.000.000.
Tim dari Polsek Sukawati, dipimpin oleh Kanit Lantas Iptu I Nyoman Sadia, bersama dengan Unit Kecil Lengkap (UKL), Unit Intelkam, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, mendatangi TKP untuk membantu warga dalam penanganan lebih lanjut.
Bale Gong roboh juga terjadi di Pura Pasek Padang Subadra di Banjar Pegesangan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Menurut Kelihan Dinas Banjar Pegesangan, I Ketut Berata, peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 12.45 WITA dan diketahui oleh warga setempat, I Nyoman Sukartawan.
Kerugian akibat peristiwa tersebut adalah bangunan yang roboh senilai sekitar Rp 180.000.000. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain bale gong, sejumlah pohon juga di laporkan tumbang. Kabid Kedarurtaan dan logistik BPBD Gianyar, Dibya Prasesta, mengatakan pihak menerima puluhan laporan pohon tumbang untuk ditangani.
“Termasuk di Pura Desa Kelusa Payangan, yang harus porak-poranda karena pohon beringin ratusan tahun tumbang. Kerugian ditaksir miliaran rupiah,” ujarnya, Minggu (23/3/2025).
Dibya meminta masyarakat tetap waspada. Meski laporan perkiraan cuaca, bibit sklon telah menjauhi Bali.
“Sementara sudah menjauhi Bali. Namun cuaca bisa saja berubah setiap saat, ” tandasnya. (jay)








