
BADUNG – PT Angkasa Pura Indonesia (API) akhirnya buka suara menyikapi kisruh penyaluran BBM Bio Solar Industri di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tender yang dikhawatirkan oleh Koperasi Karyawan Angkasa Pura (sebelumnya diwartakan Koperasi Jasa Karyawan Angkasa) dipastikan akan berjalan transparan.
Melalui standby statement yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan bahwa hingga saat ini Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura), masih merupakan mitra penyedia solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan (SPBK) Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dia mengaku sangat mengapresiasi, karena selama ini Kokapura telah menjadi mitra usaha yang baik, berkontribusi, dan menambah nilai positif.
Dituturkan dia, pada saat ini pihaknya memang tengah menjajaki kemungkinan untuk melaksanakan seleksi mitra usaha SPBK. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lain. “Yang berminat dapat mengajukan penawaran dalam seleksi. Dan hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah dalam menjalankan bisnis,” sebutnya.
Dalam seleksi tersebut, kesempatan yang sama dipastikan akan terbuka bagi semua pihak. Termasuk di antaranya yakni pihak Kokapura sendiri. “Sehingga tidak benar jika disebutkan Angkasa Pura Indonesia berupaya menyingkirkan Kokapura sebagai mitra usaha. Justru melalui seleksi, kami berharap Kokapura dapat bergabung dalam seleksi agar lebih berkembang dan mampu bersaing,” sebutnya.
Proses seleksi dipastikan akan berjalan secara transparan dan akuntabel. Selain itu juga dapat diawasi semua pihak, karena pengumuman dan dokumen seleksi dapat diakses oleh umum melalui website seleksi. “Kami berharap penjelasan ini dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” harapnya. (adi)








