
BULELENG – Serangkaian kunjungan kerja (kunja) di Kabupaten Buleleng, Pangdam IX/Udayana Mayjen. TNI Bambang Trisnohadi tak hanya panen cabai, terong dan ikan nila di Hutan Kota Singaraja, tanam Shogum di Desa Ringdikit dan panen Ikan Bandeng di Desa Patas Kecamatan Gerokgak.
Momentum kunja, juga dimanfaatkan untuk menyapa prajurit TNI di Batalyon Infantri Raider 900/SBW dan Kodim 1609/Buleleng sekaligus mengingatkan prajurit berikut istri yang tergabung dalam Persit terkait ancaman serius si-Kembar Judol-Pinjol.
“Saat ini kita darurat judi online, sampai presiden pun membentuk Satgas Judi Online, karena memang sudah parah, sudah masuk kesemua lapisan, judi online dengan pinjaman itu ibaratnya saudara si-Kembar Judol-Pinjol,” ungkap Pangdam Trisnohadi saat menyapa prajurit dan ibu persit jajaran Kodim 1609/Buleleng, Kamis (11/7/2024).
Didampingi Forkompinda Buleleng, Trisnohadi memaparkan dari rapat khusus di Mabes TNI tentang judi online, TNI itu ada sekitar 4.000 prajurit yang terlibat.
“Angkatan Darat itu hampir 2.700 an, kalau diuangkan nominal yang sudah hangus karena judi online ada sekitar 80 Miliar. Berarti perorang itu yang hilang sekitar 20 Juta, kalau uang 80 Miliar dibuat bangun rumah kira-kira dapat berapa rumah, atau untuk rehab kantor atau untuk hal lain yang positif. Jadi, judi online ini tidak main-main, kelihatanya main-main memang,” ujarnya.
Awalnya, rasa ingin tahu dan coba-coba, cuma utak atik HP sebentar masuk 500 Ribu, 1 Juta dan 2 Juta, pasti menang karena diatur untuk menang dulu.
“Kalau kita simak testimoni korban judi online di youtube, awal-awal mereka dikasi kemenangan 10 Juta, 20 Juta dalam waktu beberapa jam. Gimana ndak penasaran kita,” terangnya.
Begitu menang 20 Juta, kata Trisnohadi, besoknya kalah 50 Juta langsung panik, jual motor, jual mobil, pinjam uang di pinjaman online (pinjol).
“Ini saudara kandung, judi online dengan pijaman online itu saudara kandung. Begitu kalah panik lagi, gimana caranya saya harus kembalikan kekalahan saya, pinjam uang sana sini begitu ndak dapat akhirnya kriminal, curi motor dan lain sebagainya. Jadi, saya ingatkan kepada rekan-rekan semua kita harus bersyukur dengan apa yang sudah diberikan tuhan kepada kita, jadi yang namanya orang judi tidak akan membuat kita kaya,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh prajurit dan persit bersyukur di Buleleng yang kondusif, dibandingkan prajurit dan persit diwilayah Puncak Jaya Papua.
“Disini di Buleleng situasi kondusif tidak ada musuh, kalau di Puncak Jaya, ibu-ibu persit keluar harus dikawal, karena masih ada musuh yang mengintai,” pungkasnya. (kar/jon)








