
BULELENG – Penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang digelar DPC Partai Hanura Buleleng menuju Hari Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tanggal 27 November 2024 berakhir.
Selain menerima pendaftaran 4 balon bupati dan 2 balon wakil bupati, diakhir tahapan penjaringan Hanura Buleleng juga menerima sinyal, tawaran koalisi dari PDI Perjuangan dan Ketua DPD Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry.
“Iya, sesuai PO dari DPP kita membuka pendaftaran dan kita terima dengan senang hati, dan sore diakhir masa penjaringan kami terima pendaftaran dari Pak Nyoman Sugawa Korry,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Buleleng, Gede Wisnaya Wisna usai menerima pendaftaran terakhir bakal calon bupati dan wakil bupati di Sekretariat DPC Hanura Buleleng, Jumat (24/5/2024).
Wisnaya Wisna didampingi Wayan Teren selaku sekretaris DPC Partai Hanura menandaskan hingga penutupan masa pendaftaran ada 4 bakal calon bupati masing-masing Nyoman Sugawa Korry, Dewa Nyoman Sukrawan, Anak Agung Wiranata Kusuma dan Kadek Dony Riana yang telah mendaftarkan diri.
“Dan ada dua orang pendaftar wakil bupati yakni Made Sundayana dan Gede Suardana yang telah mendaftarkan diri di Partai Hanura. Selanjutnya, daftar nama bacalon bupati dan wakil bupati ini kami kaji secara internal, kemudian disampaikan kepada DPP melalui DPD Partai Hanura Bali untuk dikaji lebih lanjut termasuk juga tawaran koalisi dari Partai Goklar dan PDI Perjuangan untuk pengambilan keputusan,” tandasnya.
Ia menegaskan, tidak hanya Golkar melalui Sugawa Korry, tawaran koalisi juga disampaikan pengurus DPC PDI Perjuangan Buleleng serangkaian Pilkada Tahun 2024.
Senada dengan Ketua DPC Partai Hanura, Nyoman Sugawa Korry yang akrab disapa SGK mengapresiasi langkah Partai Hanura, membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati sebagai wujud keterbukaan demokrasi dan semangat perubahan.
“Oleh karena itu, saya mendaftarkan diri di Partai Hanura yang juga memiliki visi sejalan dengan semangat masyarakat Buleleng untuk perubahan, dibuktikan dengan kemenangan Prabowo-Gibran hingga 57,43 % di Kabupaten Buleleng dan 54,26 % di Provinsi Bali,” terangnya.
SGK yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali menegaskan, dengan keterbukan dan kesamaan visi dengan Partai Hanura, Golkar yang merancang Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus ditingkat provinsi, juga berupaya membentuk KIM Plus diseluruh kabupaten/kota.
“Termasuk Buleleng, setelah 11 partai di Bali sepakat membentuk KIM Plus dalam menghadapi Pilkada Bali dan juga di Pilkada Buleleng sehingga nanti bisa linier pusat, provinsi dan kabupatan/kota,” pungkasnya.(kar/jon)








