
BULELENG – Tahapan pesta demokrasi menuju Hari Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tanggal 27 November 2024 yang sudah masuk persiapan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati darin partai politik, tak hanya disikapi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Gerindra, Nasdem dan Demokrat.
Meski tidak memenuhi syarat mengajukan calon, Partai Hanura yang memiliki 2 kursi di DPRD Kabupaten Buleleng juga tetap eksis membukan pendaftaran bakal calon bupati maupun bupati.
“Iya, kita memberi ruang bagi tokoh masyarakat, tokoh politik untuk ikut serta berpartisipasi dalam kontestasi Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Buleleng, dengan membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati secara terbuka,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Buleleng Gede Wisnaya Wisna usai menerima pendaftaran Gede Suardana sebagai Bakal Calon Bupati di Sekretariat DPC Partai Hanura Kabupaten Buleleng, Selasa (21/5/2024).
Wisnaya didampingi Wayan Teren, I Gede Arta Wijaya dan Nyoman Satwika selaku pengurus DPC Partai Hanura Buleleng menegaskan hingga H-3 penutupan pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati digelar DPC Partai Hanura, sudah ada 4 orang bacalon bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar.
“Sampai hari ini sudah ada 4 orang yang mendaftar masing-masing, Dewa Nyoman Sukrawan, Made Sundayana, Kadek Doni Riana dan barusan Gede Suardana. Dan besok tanggal 24 Mei 2024, hari terakhir pendaftaran Bapak Nyoman Sugawa Korry rencananya juga akan mendaftar dan sudah mengambil formulir pendaftaran,” terangnya.
Sesuai regulasi, daftar nama bacalon yang telah mendaftar ini akan disampaikan ke DPP Partai Hanura melalui DPD Partai Hanura Bali untuk ditindaklanjuti.
“Termasuk penjajagan kualisi, karena memang kami harus berkoalisi untuk bisa eksis usung calon bupati dan wakil bupati dengan PDIP, Golkar, Nasdem, Gerindra maupun Demokrat,” ujarnya.
Senada dengan Ketua DPD Partai Hanura Kabupaten Buleleng, Gede Suardana selaku pendaftar bakal calon wakil bupati mengapresiasi pendaftaran yang dibuka Hanura sebagai ruang demokratisasi bagi warga masyarakat untuk bisa tampil, meramaikan sekaligus menyukseskan Pilkada Serentak tahun 2024.
“Tujuannya adalah yang pertama adalah ingin meramaikan pesta demokrasi di Buleleng dan juga kalau semakin banyak pilihan tentu kualitas demokrasi akan semakin baik,” jelasnya.
Mantan Ketua KPU Buleleng ini mengaku pendaftaran sebagai bakal calon wakil bupati juga merupakan dorongan 23.000 konstituennya pada Pemilu DPD Republik Indonesia tahun 2024.
“Saya maju ini dorongannya luar biasa dari konstituen saya 23.000 di Buleleng dan dukungan dari teman-teman para senior juga banyak mendorong aspirasi ini harus tetap didorong,”tandas Suardana yang getol memperjuangkan tetap eksisnya SMA dan SMK Negeri Bali Mandara sebagai sekolah bagi siswa dari keluarga miskin. (kar/jon)








