
BADUNG – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mencatat adanya peningkatan konsumsi terhadap BBM jenis Gasoline alias bensin di wilayah Pulau Dewata selama 20 hari pertama Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI). Sedangkan untuk BBM jenis Gas Oil atau solar, justru mengalami penurunan.
Mengutip data dari PT Pertamina Patra Niaga, dibandingkan sales normal di bulan Januari, konsumsi bensin pada periode 25 Maret hingga 13 April 2024 mengalami kenaikan hingga 6,5 persen. Atau sebesar 3.036 KL/day dari normal 2.851 KL.
Sedangkan untuk solar, justru mengalami kondisi yang berbanding terbalik. Pada periode tersebut, konsumsi solar tercatat mengalami penurunan hingga 5,4 persen dari sales normal di bulan Januari. Atau dengan kata lain, hanya mencapai 681 KL/day dari normal 720 KL.
“Untuk kenaikan konsumsi bensin, sepertinya itu berkaitan dengan musim libur Lebaran, sehingga ada banyak wisatawan domestik berlibur di Bali dengan mobil pribadi ataupun sewaan. Sementara untuk penurunan konsumsi solar, mungkin karena musim libur Lebaran yang membuat aktivitas kendaraan seperti truk-truk pengangkut barang yang berkurang,” ungkap Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Di lain hal, yakni untuk konsumsi LPG, pada umumnya mengalami kenaikan, baik itu LPG PSO ataupun LPG NPSO. Untuk LPG PSO, kenaikan mencapai persentase sebanyak 3 persen dari sales normal di bulan Januari, atau sebesar 807 MT/day dari normal 784 MT. Sedangkan untuk LPG NPSO, naik sebanyak 9 persen dari sales normal bulan Januari, atau sebesar 39 MT/day dari normal 36 MT.
Untuk diketahui, sebelumnya Ahad juga sempat mengabarkan bahwa selama periode arus mudik tepatnya dari tanggal 25 Maret hingga 11 April 2024, konsumsi BBM Pertamax Series di wilayah Jatimbalinus mengalami kenaikan sebesar 26,3 persen, sementara Dex Series sebesar 8,4 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dari prediksi awal yang hanya sebesar 13,5 persen untuk Pertamax Series dan 5,9 persen untuk Dex Series. “Setiap momen festive season dan long weekend, konsumen cenderung memilih BBM berkualitas, karena takut kendaraannya bermasalah di tengah jalan,” ucapnya memperkirakan. (adi,dha)








