
DENPASAR – Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Bali Periode kedua (2024_2028) resmi dikukuhkan, di Maha Vihara Budha Maitreya, Denpasar Kamis (14/3/2024).
Pelantikan jajaran pengurus Permabudhi Bali oleh Ketua Umum Permabudhi Pusat Prof. Dr. Philip Kuntjoro Widjaja serta dihadiri Pj.Gubernur Bali yang diwakili Kepala Kesbangpol Provinsi Bali Ngurah Wiranatha, Ketua FKUD sekaligus Ketua MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan undangan dari berbagai perkumpulan, tokoh agama dan perwakilan TNI Polri.
Sebagai organisasi yang mencakup berbagai aliran Umat Buddha itu, Ketua Umum Permabudhi Prof. Philip Kuntjoro Widjaja mengajak seluruh umat Buddha agar bersatu sekaligus aktif menciptakan kerukunan baik intern Umat Buddha maupun antar agama, suku, ras di Indonesia. “Dibentuknya Permabudhi di periode pertama bertujuan menggabungkan organisasi umat Buddha agar bersatu, dan di periode berikutnya kehadiran Permabudhi harus mampu berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan Negara,” kata Prof. Philip Kuntjoro Widjaja.
Ia menekankan, organisasi Permabudhi bisa melahirkan atau menciptakan kedamaian, kerukunan antar umat beragama . “ Kita mengajak seluruh Umat Budha melalui Permabudhi ini untuk menciptakan kedamaian, kerukunan, terlebih pasca pemilu, bagaimana kita membangun nilai-nilai berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Permabudhi Provinsi Bali yang dilantik Hery Sudiarto dalam sambutanya menyatakan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan untuk menahkodai Permabudhi Bali periode kedua. Pihaknya menekankan hadirnya organisasi ini bertujuan menjaga persatuan dan perdamaian, tidak membedakan bedakan antara kelompok yang ada dalam organisasi umat Buddha. “ Kami mengajak untuk bersatu dimana pesan perdamaian harus kita gaungkan, kita wujudkan dalam perilaku atau contoh menjaga kerukunan, contoh dari Bali untuk dunia,” tandasnya.
Selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama( FKUB) Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengapresiasi atas dilantiknya pengurus Permabudhi Bali. “ Semoga Tuhan memberkati Permabudhi Bali, saya mengajak mari bersama-sama menjaga Bali, dengan segala identitasnya, terutama jaga adat istiadatnya, hormati budayanya. Jaga kerukunan, jaga toleransi, persaudaraan di Bali.
Ia juga menegaskan, organisasi keagamaan mampu memberi sumbangsih untuk Bali, terutama dalam menjaga, merawat NKRI yang kita cintai. “Mengamalkan Pancasila, UUD 45, Bali sangat bergantung pada keajegan alamnya, budayanya, ada desa adat, untuk itu mari sama- sama jaga, bila perlu ada perbaiki kita perbaiki sama- sama. Bali sangat tergantung dengan kerukunan, kedamaian, begitupula Indonesia bergantung pada kerukunan, bila ada perbedaan mari carikan solusinya, pasti ada perbedaan baik di intern agama maupun antar agama,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Bali dalam sambutanya dibacakan oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Bali Ngurah Wiranatha menegaskan hadirnya Permabudhi Bali periode kedua ini bisa mewarnai Bali untuk menjaga keharmonisan dalam keberagaman, dapat menjadi garda terdepan untuk menolak, mengantisipasi gerakan intoleransi dan radikalisme serta selalu menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang 1945.
“Jadi, kita bersama-sama dengan elemen Bangsa lainnya bekerja untuk merawat kemajemukan supaya tetap lestari, tidak tercabik-cabik karena adanya perbedaan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia secara umum dan khususnya membangun Bali yang kita cintai,” pungkasnya. (sur,dha)








