
DENPASAR – UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia bersama-sama menyelenggarakan kegiatan Kita Muda Kreatif Inclusive Showcase pada 19-20 Oktober 2023 di Annika Linden Center (ALC), Denpasar. Kita Muda Kreatif menyasar wirausaha muda penyandang disabilitas di tiga provinsi: Bali, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Di Bali terdapat puluhan wirausaha muda kreatif penyandang disabilitas. Tak kurang 40 wirausaha telah mendapat pendampingan dan eksis hingga 2023. Dalam ajang Kita Muda Kreatif merupakan ajang pameran inklusif di Annika Linden Center ( ALC), Denpasar, untuk mempromosikan budaya dan perekonomian lokal.
Director and Head of Corporate Attairs Citibank Indonesia Puna Anjungsari mengungkapkan pihaknya sangat bangga sekali, bisa bekerjasama dengan UNESCO selama 6 tahun terakhir. Dan ini merupakan puncak kerjasama dan merasa bangga dengan hasil yang sudah bisa dilihat dari teman-teman di sini.
“Luar biasa, banyak sekali anak-anak muda di Indonesia melalui program Kita Muda Kreatif. Termasuk yang ada di Bali, dan di sini termasuk kaum difabel juga sebagai bagian daripada program Kita Muda Kreatif,” kata Puna Anjungsari, Jumat (20/10/2023).
Untuk program ini sendiri, lanjut Puna, termasuk bagian pathway to progress dan ini program yang langsung diturunkan oleh Citi Foundation di New York. Dan di sini selama 6 tahun dengan UNESCO, dana hibah yang disalurkan melalui program ini sudah mencapai 1,2 juta USD.
“Dengan UNESCO kami ada di 6 provinsi, kemudian dari sisi penerima jumlah manfaat sudah mencapai sekitar 1.000 anak-anak muda di Indonesia yang mana mereka tinggal di sekitar wilayah situs warisan. Jadi kami ingin memastikan bahwa anak muda ini merasakan manfaat dari kegiatan turisme dan pelestarian budaya yang ada di sekitar mereka, sehingga mereka ikut berkontribusi secara ekonomi,” ungkapnya.
1.000 penerima manfaat dari seluruh Indonesia, sedangkan untuk di Bali sendiri mulai pemetaan di tahun 2019 mencakup 80-100 wirausaha kreatif, mereka yang bergerak di pengembangan industri kreatif dan produk budaya. Jadi dari kuliner, craft, tourism, dan lain-lain.
Kemudian selama pandemi melakukan banyak webinar online, pelatihan pengembangan usaha, pelatihan digital marketing, promosi dan networking. Tapi sejak tahun 2021, kami fokus kepada 35 wirausaha kreatif yang aktif dan tahun 2023 ini mulai mendampingi wirausaha muda kreatif penyandang disabilitas.
“Jadi sekarang kurang lebih sekitar 40 peserta dari Denpasar dan Tabanan,” ujarnya.
Sementara Director Unesco Jakarta Maki Katsuno, merasa sangat senang dengan adanya banyak penampilan inklusif. Jadi ada penampil dari disabilitas, tapi juga ada non disabilitas.
“UNESCO hari ini sebagai salah satu program Kita Muda Kreatif, yang mana kami mendukung pelatihan atau pengembangan usaha. Pendampingan bisnis untuk teman-teman pemuda yang bergerak di bisnis industri kreatif yang juga bertujuan untuk pelestarian budaya. Sehingga hari ini sangat bangga melihat kemajuan pemuda industri kreatif ini,” jelasnya.
Program ini dan peran UNESCO di sini masuk dalam program budaya. Jadi dari UNESCO itu ada beberapa program, ada budaya ada sains dan edukasi kemudian komunikasi dan informasi. “Nah program Kita Muda Kreatif ini sudah ada di 6 provinsi, antara lain Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, NTB, Toba dan Jakarta,” ungkap Maki.
Ida Ayu Harmaita Wijayanti, salah satu penerima manfaat Kita Muda Kreatif dan pemilik Anacaraka Butik, merasa senang mendapat kesempatan ini.
“Saya sangat senang dapat bertemu langsung dengan Direktur UNESCO Jakarta serta memperkenalkan karya kepada beliau, saya berharap dapat berdampak positif terhadap Anacaraka sebagai salah satu usaha fashion yang mengangkat budaya Bali,” ucap Fashion designer sekaligus perajin berbakat yang akrab disapa Dayu itu.
Annika Linden Center (ALC), sebagai pusat rehabilitasi dan bantuan bagi para penyandang disabilitas di Denpasar, turut mengapresiasi inisiatif UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia dalam mengembangkan potensi ekonomi pemuda setempat.
“Sebagai center yang menaungi tiga organisasi disabilitas di Bali, kami tahu bagaimana tantangan bagi para penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Kami harapkan akan ada pelatihan lanjutan, yang inklusif bagi penyandang disabilitas, oleh UNESCO, sehingga penyandang disabilitas lainnya yang belum bisa ikut di sesi kali ini bisa ikut juga nantinya,” ujar Mahomeda Arifin, selaku Managing Director dari ALC. (sur,dha)








