
DENPASAR – Tim panahan Bali memperoleh satu wildcard atau 1 tiket lolos ke PON 2024 melalui Bagus Gede Agus Yudistiawan di divisi Recurve. Wildcard pemanah yang akrab disapa Dewade itu karena dirinya masuk pelatnas dan menghuni timnas panahan Indonesia. Sedangkan untuk sistim kelolosan di Babak Kualifikasi (BK) PON 2023 yang rencananya akan dihelat di GOR Padjajaran Bogor pada 19 – 25 November 2023.
“Dewade memang mendapat wildcard individu. Tapi jika Dewade yang masuk tim beregu nantinya ketika lolos termasuk di perorangan, maka wildcardnya akan dikembalikan ke PB Perpani untuk didistribusikan ke pemanah lainnya di timnas atau pelatnas yang berada pada ranking dibawah Dewade,” tutur Infithar Fajar Putra, Binpres PB Perpani yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perpani Bali di Denpasar, Minggu (15/10/2023).
Sementara untuk kelolosan lainnya yang terdapat di Technical Hand Book (THB) yang akan dibagikan ke Perpani provinsi lainnya di Indonesia pada pekan ini atau pekan depan lanjutnya, kalau di panahan kelolosannya di kategori beregu dulu diambil 4 besar sampai semi final tapi diadu sampai final.
Jadi ada 4 tim dikai 3 divisi, jadi ada kuota 12 atlet. Dan sisanya itu ada 16 atlet diambil dari 16 besar eliminasi bukan kualifikasi tapi tetap pertandingan diadu sampai final.
“Divisi nasional tidak ada masalah namun untuk recurve dan compound karena ada atlet timnas maka itu diberi wildcard individu. Tapi semua itu masih baru entry by number. Tapi jika atlet sudah memegang tiket lolos PON 2024 beregu dan perorangan, maka wildcard harus dikembaika ke PB Perpani,” terang Fajar Putra.
Ayah kandung pemanah BK PON 2023 Gusti Fazli Kertinegoro itu juga mengutarakan jika pernah ada kejadian pada BK PON tahun lalu atlet yang dapat wildcard dari timnas yakni Kevin dari Banten divisi compound malah tidak lolos PON.
“Saat itu Kevin turun di beregu skornya terendah tidak masuk semi final sehingga tiket wildcard dikembalikan dan Kevin malah tidak lolos PON. Dan ketika nanti sudah waktunya mendaftar dan tiba-tiba atletnya berhalangan dan tidak bisa turun PON maka tidak bisa diganti lagi dengan atlet lain alias hangus,” pungkas Fajar Putra. (ari/jon)








