
GIANYAR – Pemkab Gianyar sedang menyiapkan skema mengentaskan kemiskinan ekstrem yang sesuai data BPS mencapai 1,38 persen. Salah satunya melalui penyaluran bantuan tunai langsung (BLT).
Penjabat Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa mengatakan, meski ada sedikit perbedaan, pihaknya harus mempercayai BPS sebagai badan yang diberikan wewenang untuk mengeluarkan data.
“Kami tidak boleh tidak mempercayai data itu karena sudah disampaikan secara nasional. Kita harus percaya, tapi harus juga memverifikasi. Bukan percaya atau tidak tidak percaya, sebab ynag mengelurkan adalah lembaga negara yang berwenang,” kata Tagel Wirasa, Minggu (8/10/2023).
Berkenaan dengan data kemiskinan ekatrem ini, perintahnya adalah validasi dan verifikasi lapangan.
“Silakan daerah yang memetakan by name by address. Kita diberikan ruang. Bersama prangkat daerah sudah turun memverifikasi. Hasil ini divalidasi dengan musdes, didapati 48 kk miskin ekstrem,”ungkapnya.
Ia menyampaikan, dalam klaster kemiskian ekstrem, salah satu yang menjadi indikator adalah pengeluarannya kurang dari Rp 10.500 per hari.
“Masih mencari celah regulasinya. Sebab hal ini tidak akan selesai hanya dengan diskusi. Kita tindaklanjuti, apa kita lakukan intervensi dari pengeluaran, Rp 10,500 per hari, kita berikan bantuan dalam bentuk BLT, maka kita berikan dalam tiga bulan ke depan. Itu bisa kita tangani dalam jangka pendek. Namun, Ini harus berkesinambungan,” ungkapnya. (jay)








