
GIANYAR – Maraknya aksi kenakalan serta tindakan tidak disiplin di kalangan pelajar menjadi perhatian Polsek Payagan.
Pada Selasa (3/10/2023),empat pelajar SMA yang mengendarai motor tanpa helm diberi sanksi push up. Tindakan ini diharapkan membangun kesadaran di kalangan siswa mulai dari tertib berlalulintas, sehingga bisa merembet ke anti narkotika hingga antisipasi aksi perundungan yang kini paling menuai sorotan.
Kapolsek Payangan AKP I Nengah Sona membenarkan intensifikasi tindakan pencegahan kenakalan di kalangan remaja yang dilaksanakan jajarannya. Upanyanya, dengan penegakan disiplin secara tegas. “Dari berkendara di jalan raya, kita jadikan tolak ukur kesadaran hukum di kalangan pelajar. Untuk itu sejak dini kita bina. Anak-anak ini wajib kita bina bersama seluruh stocholder untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkesadaran hukum, sosial dan berbudi pakerti,” ujarnya.
Tak kalah pentingnya, menyikapi aksi perundungan yang kini marak terjadi di berbagai daerah, pihaknya rutin melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah. Dan tidak tertutup kemungkinan di lingkungan sejumlah sekolah masih ada yang terjadi. “Bullying menjadi perhatian serius kini menjadi fenomena yang memprihatinkan di tengah pergaulan remaja. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius jajaran Polsek Payangan,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya secara rutin menyambangi SMP hingga SMA/ SMK. Secara tegas memberikan Perintah kepada semua Siswa-siswi untuk tidak melakukan perundungan terhadap sesama teman maupun orang lain. Karena bulliying berdampak fatal terhadap Mental dan Psikologis anak-anak bahkan bisa sampai menyebabkan terjadinya korban jiwa. “Kami sudah tekankan akan menindak tegas pelaku perundungan ini. Meski pelaku masih berada di bawah umur, ada hukuman lain nantinya,” tegasnya. (jay)








