
BULELENG – Aksi mogok pegawai RSUD Tangguwisia yang sempat mengganggu pelayanan publik mendapat perhatian khusus Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.
Tak hanya memberikan pengarahan kalau tidak mau disebut briefing, Lihadnyana yang langsung turun ke RSUD Tangguwisia usai menerima Program Organisasi Penggerak (POP) dari Kemendikbudristek Republik Indonesia dan Poetra Sampoerna Foundation (PSF) juga memastikan pembayaran tambahan gaji dan tunjangan P3K sebanyak 158 orang selama 6 bulan pada tahun ini.
“Ini jaspel klaim BPJS, kalau sakit dia yang tangani klaim BPJS-nya kan tidak langsung dibayar. Bukan APBD Buleleng, kita banyak punya duit kok, 20 persen lho mandatory spandingnya, yang mestiya 20 persen,” tandas Pj Bupati Buleleng Lihadnyana usai bertemu direksi dan karyawan RSUD Tangguwisia, Selasa (3/10/2023).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan 20 persen seyogyanya sudah cukup untuk bayar dan sekarang ini klaim BPJS sudah turun sehingga bisa digunakan untuk bayar jaspel.
“Yang kedua, kita tidak memungkiri bahwa managemen kesehatan kita perlu diperbaiki.Makanya saya turun langsung, sekaligus saya ingin merubah satu management yang begini, kalau anggarannya besar nda juga dibayar dan administrasinya kacau, sama juga. Makanya administrasi dan sistem harus diperbaiki,”tegasnya.
Lihadnyana yang mendorong RSUD Tangguwisia menjadi Badan Layanan Umum (BLU) juga mengingatkan kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) Berakhlak.
“ASN Berahlak itu ada saluran yang seperti apa harusnya, disana itu ada kepala RS, kepala RS ada kepala dinas kesehatan, ndak bisa kepala dinas kesehatan langsung kepada sekda, ndak bisa sekdanya bisa ke saya, kan begitu mekanisme selurannya tidak bisa memblow up seperti itu,” tegasnya.
Menyikapi arahan Pj. Bupati Buleleng tersebut, dr. Putu Karniasih selaku Direktur RSUD Tangguwisia secara lugas mengakui adanya mis komunikasi sebagai penyebab aksi.
“Sebenarnya apa yang disampaikan bapak Pj. Bupati Buleleng itu sudah kami teruskan kepada rekan-rekan, tapi nampaknya tidak semua mamahami. Alokasi dana untuk pembayaran tambahan gaji dan tunjangan P3K sudah masuk dalam PAGU Perubahan SKPD tahun 2023,” terangnya.
Selain menyampakan terimakasih kepada Pj. Bupati Buleleng atas pengarahan dan kepastian pembayaran tambahan gaji serta tunjangan P3K selama 6 bulan kepada 158 karyawan RSUD Tangguwisia, Karniasih juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya peningkatan status menjadi BLU.
“Seluruh jajaran RSUD Tanggungwisia mendukung peningkatan status menjadi BLU tahun 2024,” pungkasnya.(kar/jon)








