
GIANYAR – Seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, meningga secara mendadak, Minggu (6/8/2023) sekitar pukul 18.57 WITA.
Tersiar kabar bocah berinisial GKP yang duduk di bangku kelas IV SD itu terinfeksi virus rabies. Sebab, tujuh bulan sebelumnya, kaki anak ini mengalami luka gores setelah kontak dengan anjing liar.
Orang tuanya tidak membawa GKP berobat ke fasilitas kesehatan, hanya mencuci luka anaknya memakai air mengalir dan sabun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Ariyuni saat dikonfirmasi, Rabu (9/8/2023) mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi termasuk berkomunikasi dengan keluarga pasien.
Hasilnya, tidak ditemukan gejala klinis rabies. Pasien didiagnosa meninggal karena sesak nafas.
Ariyuni mengungkapkan, GKP masuk IGD RSU Ari Canti pada Minggu (6/8/2023) sekitar pukul 10.10 WITA dengan keluhan sesak nafas, mual, muntah dan tidak nafsu makan.
“Pasien diterima dalam kondisi kesadaran baik. Pasien ditata laksana dengan diagnosis asma serangan sedang,” jelasnya.
Setelah mendapat pelayanan medis, sesak nafas pasien berkurang, hanya masih mual dan muntah. Pada pukul 17.50 WITA, pasien mengalami kejang secara tiba-tiba saat minum air.
Kejang terjadi secara terus-menerus dan berulang, tak sadarkan diri. “Kondisi pasien memburuk dan dinyatakan meninggal pada pukul 18.57 WITA dengan diagnosis Konvulsi berulang ec Susp Intracranial Infection (Kejang berulang oleh karena adanya kecurigaan infeksi pada otak),” terangnya.
Ariyuni kembali menegaskan, pasien tidak ada gejala klinis mengarah terinfeksi rabies seperti demam, sakit tenggorokan, gangguan neurologi seperti bingung, gelisah, dan perilaku agresif, serta mengalami bermacam-macam fobia seperti hidrofobia (takut air), aerofobia, fotofobia (takut sinar).
“Sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan menderita penyakit rabies,” tegasnya.
Ariyuni tetap mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar divaksin secara rutin, dan tidak dilepasliarkan.
“Bila terjadi gigitan anjing, atau kucing atau kera, agar datang berobat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tandasnya. (jay)








