
BADUNG – Demi melihat langsung bagaimana pengurus cabang olahraga (cabor) memanfaatkan dana pembinaan yang diturunkan KONI Badung di tahun 2023 ini, Induk organisasi olahraga di Kabupaten Badung itu melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta sudah dijalankan ke dua cabor anggotanya beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, dua abor yang telah dilakukan monev yakni cabor dancesport dan bulutangkis yang keduanya melakoni latihan di Desa Adat Krobokan.
“Tim monev KONI Badung yang saya pimpin langsung telah melihat pelatihan dua cabor itu di desa adat Krobokan, Kuta Utara Badung. Kedua cabor tersebut melakukan latihan di tempat berbeda namun di desa yang sama. Itulah tujuan monev selain untuk melihat langsung pemanfaatan dana pembinaan kepada atlet dari pengurus cabor bersangkutan,” tutur Nariana saat dihubungi, Senin (24/7/2023).
Saat monev diakui mantan Ketua Umum KONI Bali itu, dirinya didampingi Wakil Ketua Wayan Tirta, Wakil Sekretaris Gung Putra Ariawan dan pengurus lainnya.
“Sekecil apa pun dana pembinaan yang diterima cabor anggota KONI Badung tetap harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat dipertanggungjawabkan pada saatnya nanti,” tambah Nariana.
Nariana juga memaparkan, dalam tahun 2023 ini atlet Badung yang dapat kepercayaan dari pengurus cabor provinsi mewakili Bali dalam pra- PON harus menunjukkan prestasi terbaik. Pasalnya jika lolos dari pra-PON maka atlet tersebut akan mewakili Bali dalam PON XXI/2024 di Acet dan Sumatra Utara (Sumut).
“Saya berharap Badung yang lolos PON dapat memberikan prestasi terbaik kepada Bali sehingga kontingen Bali tetap menduduki rangking 5 dalam PON 2024 mendatang. Oleh karena itu, kontribusi atlet Badung dalam PON harus nyata dengan prestasi terbaik, apalagi persiapan untuk itu sudah dilakukan sejak lama. Saya juga berharap, semua atlet Badung sejak dini telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Porprov Bali tahun 2025,” tutup Nariana. (ari/jon)








