
GIANYAR – Cuaca ekstrem berdampak pada gangguan distribusi air PDAM yang bersumber dari sungai. Kerusakan yang ditimbulkan air pasang di Sungai Petanu mengakibatkan bendungan di Spam Petanu mengalami kebocoran hingga dipenuhi sampah kayu.
Konsumen dari aliran distribusi Spam Petanu sudah sepekan paceklik air bersih dan dipastikan berlanjut. Dari lima hari lalu, mobil tangki Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar (PDAM Gianyar) harus bolak-balik di sebuah perumahan di Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar untuk memberikan kabutuhan air bersih kepada penghuni yang mencapai ratusan kepala keluarga.
Penuturan salah seorang warga, distribusi air PDAM sudah tidak jalan sejak lima hari lalu, pasca hujan deras, sampai hari ini. Selian dari mobil tangki warga setempat terpaksa memanfaatkan fasilitas umum perumahan yang menggunakan pompa air. Selain itu, warga yang rumahnya memiliki sumur bor juga membatu warga dengan membagikan airnya.
Humas PDAM Gianyar, Desak Mayomi membenarkan saat ini masih terjadi gangguan pelayanan di kawasan setempat. Penyebab gangguan awalnya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan volume air sungai di bendungan Spam Petanu tinggi dan kotor sehingga tidak bisa memproduksi air.
“Penumpukan sampah sudah ditangani dari pihak BWS (Balai Wilayah Sungai). Lanjut memperbaiki bendungan yang rencanannya dibuatkan kisdam untuk menangani kebocoran pada bendungannya,” ujarnya.
Sementara, Dirtek Perumda Tirta Sanjiwani, I Wayan Suastika menambahkan, saat ini pihak BWS sedang melakukan pekerjaan pembersihan batang kayu dan sampah di depan pintu intake karet bendungan.
“Pasca banjir reda, level air turun tapi intake terhalang sampah batang pohon. Saat ini masih sedang dibersihkan. Dikarenakan batang kayu yang besar, pembersihan sampai menggunakan crane,” ujar Suastika.
Selama ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi gangguan pelayanan akibat bencana alam. “PDAM Gianyar sudah berupaya memitigasi gangguan Spam Petanu dengan menggilir pelayanan agar pelanggan tetap dapat air pada jam-jam tertentu, dan menampungnya untuk cadangan selama tidak mendapatkam giliran,” pungkasnya. (jay








