
KUTA – Sejak akhir tahun 2022 lalu, Kelurahan Legian sudah mulai meningkatkan atensinya terhadap persoalan rabies. Berbagai langkah dilakukan, baik menyasar anjing-anjing liar ataupun anjing peliharaan. Yang terbaru, Legian melalui Tim Siaga Rabies (Tisira) mencoba menerapkan Teknologi Informasi (TI) dalam hal pendataan keberadaan anjing di wilayah Legian.
Lurah Legian, Putu Eka Martini menuturkan, kini pemahaman masyarakat Legian tentang rabies sudah terbilang mulai berkembang. Banyak warga yang mengetahui, langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika tergigit anjing, termasuk pula mengenai ciri-ciri anjing yang terjangkit rabies.
“Meski demikian, langkah persuasif tetap kami lakukan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian yang luar biasa,” sebutnya, Rabu (21/6/2023).
Atas pemahaman tersebut, sambung dia, bahkan ada warga yang sudah secara sadar menginformasikan kebutuhan vaksin anjing peliharaan mereka. Selain itu, ada pula yang meminta anjingnya dieliminasi, karena dinilai membahayakan dan sudah berumur.
“Saat ini saya juga sedang koordinasikan dengan Bidang Keswan untuk kegiatan vaksinasi terhadap anjing-anjing di masing-masing banjar atau lingkungan,” sambungnya.
Tisira yang telah dibentuk, dipastikan senantiasa telah melakukan monitoring berkenaan dengan anjing di wilayah Legian. Sedikitpun ada informasi kaitan dengan anjing di wilayah Legian, sudah langsung diinformasikan melalui grup WhatsApp.
“Tim itu memang sudah dibentuk dipimpin ketua karang taruna yang juga pecinta anjing. Sejauh ini, kebetulan anggaran memang belum ada. Meski demikian, tim tetap bergerak melakukan apa yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan melakukan koordinasi melalui grup WhatsApp. Jadi di sana, dibagikan segala informasi termasuk soal anjing hilang dan lain sebagainya. Dengan itu, koordinasi dapat dilakukan dengan cepat sehingga penyikapan pun bisa dilaksanakan segera,” bebernya.
Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsinya, Tisira pada saat ini juga sedang coba mengembangkan pendataan melalui penerapan TI. Itu dilakukan dengan memanfaatkan google form yang disebarkan kepada warga.
“Dengan itu, maka bisa diketahui jumlah anjing peliharaan di wilayah Legian ini, siapa pemiliknya, dan dimana alamatnya,” ungkapnya. (adi/jon)








