
KLUNGKUNG – Kader Partai Hanura di Kabupaten Klungkung makin kencang menggeber dan menyorot penanganan pasien rabies. Salah seorang kader Partai Hanura Luh Andriani saat sidang paripurna DPRD Kabupaten Klungkung, Selasa (20/6/2023) angkat bicara.
Menyuarakan fraksinya, Luh Andriani menyorot kasus rabies hingga menyebabkan seorang bocah SD meninggal dunia, hanya gara-gara sakleknya penerapan standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas puskesmas.
Kata Srikandi Partai Hanura asal Nusa Penida ini Partai Hanura sangat menyayangkan dan prihatin terhadap kejadian, hanya karena SOP nyawa anak itu tidak tertolong.
“Kedepan jika terjadi peristiwa ada warga yang tergigit anjing Fraksi Partai Hanura minta agar petugas kesehatan hewan dan Dinas Pertanian untuk memantau dan memastikan anjing yang menggigit hidup atau mati, bila perlu ditangkap dan dikandangkan di dinas dan tidak lagi menyuruh warga bersangkutan untuk mengawasi kondisi anjing,” kata Luh Andriani.
Sebelumnya Ketua DPC Partai Haura Klungkung Wayan Buda Parwata juga sempat ‘mengkuliti’ kinerja petugas kesehatan saat memberikan pelayanan kepada pasien rabies.
Wayan Buda Parwata menyorot pelayanan petugas pada fasilitas kesehatan, menurutnya tidak mengutamakan penanganan pasien. Justru sebaliknya, petugas kesehatan lebih menanyakan kondisi anjing yang sempat menggigit pasien. Ada lagi petugas kesehatan sibuk main telpon ketika ada pasien digigit anjing yang membutuhkan penanganan segera.
Bahkan Wayan Buda Parwata mengaku pernah mengalami langsung hal itu. Ia menyarankan sebaiknya petugas mengutamakan penanganan pasien lebih dulu ketimbang menanyakan hal-hal yang bisa dijelaskan belakangan. (yan)








