
GIANYAR – Adanya mutilasi sapi di wilayah Kecamatan Ubud, membuat peternak was-was. Dinas Peternakan dan Pertanian meminta pengawasan terhadap ternak dilakukan berlapis.
BACA JUGA : Peternak di Gianyar Resah, Dua Sapi Dimutilasi
Kepala UPT Keswan Gianyar Sukawati Blahbatuh, Nyoman Arya Darma, Minggu (11/6/2023) mengatakan, pengawasan dan penjagaan terhadap ternak sapi mulai dilakukan, baik perorangan maupun kelompok dengan saling memantau aktivitas lalu lalang orang di sekitar persawahan.
“Kami pakai pola pengawasan dengan meminta tolong kepada warga subak yang mengecek saluran irigasi, pantauan ini efektif,” ujar Arya Darma.
Setiap harinya, kata Arya Darma, ada saja anggota subak mengawasi saluran irigasi memantau kebocoran dan mereka diminta ikut memantau lalu lalang orang di luar warga subak.
Ia menyebut untuk di Gianyar selatan kasus mutilasi sapi masih nihil, tapi kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Peternak juga diharapkan juga menempatkan kandang sapi yang tidak terlalu jauh dengan pemukiman atau masih dalam pantauan.
“Ya, peternak dan petani sudah saling mengerti. Kalau ada yang mencurigakan, pasti diinformasikan ke peternak,” ucapnya. (jay)








