
GIANYAR – Kasus mutilasi sapi kembali terjadi di Subak Bija, Banjar Ambengan, Desa Sayan, Ubud, Gianyar. Kali ini menimpa ternak I Nyoman Darsana.
Sebelumnya, sapi milik I Kadek Widagde ditemukan mati pada Selasa (30/6/2023). Warga Sayan pun dibuat resah dan kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek Ubud, Jumat (9/6).
Informasi yang dihimpun, Minggu (11/6/2023), kondisi sapi milik Darsama hampir sama dengan milik Widagde. Pelaku hanya mengambil paha hingga kaki belakang. Sedangkan tubuh sapi yang lainnya masih utuh dibiarkan tergeletak di kandang.
Kejadian tersebut membuat Darsana dan keluarganya pun terpukul. Sebab, ia telah dua tahun merawat sapinya dan kotorannya dimanfaatkan untuk permentasi menyuburkan tanaman di sawah.
Darsana berharap polisi segera menangkap pelaku.
“Kami tahu, sapi kami tak akan bisa kembali hidup, tapi kami hanya berharap pelaku segera ditangkap, karena kejadian ini meresahkan, dan agar tidak ada korban lagi,” kata Darsana dengan mata berkaca-kaca.
Informasi matinya sapi warga telah menyebar di kalangan peternak di wilayah Ubud, Payangan hingga Tegalalang.
“Mudah-mudahan pelakunya segera terungkap, karena ini meresahkan kami sebagai peternak. Apalagi sapi bukan hewan yang murah,” ujar Ketut Darta, peternak asal Payangan.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ubud, Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana mengaku masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman. Nanti kami informasikan perkembangannya,” ujar Iptu Ardiana. (jay)








