
GIANYAR – Masyarakat diharapkan proaktif mengawasi fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan.
BPJS Kesehatan berhak memberikan teguran dan mengevaluasi layanan yang diberikan faskes. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan terkait layanan yang diberikan.
Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani kepada wartawan, Rabu (10/5/2023).
“Jika dimintai bayaran maupun ada perawat tidak ramah dalam memberikan pelayanan bisa melapor lewat aplikasi JKN,” ujar Elly Widiani.
“Bisa juga melalui layanan Pandawa Pelayanan melalui WhatsApp dari pukul 08.00 sampai 15.00 WITA. Peserta BPJS bisa menyampaikan keluhan, menanyakan informasi, atau lainnya,” imbuhnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil survey ke peserta BPJS masih banyak ditemukan adanya faskes memberikan pelayanan berbeda antara faskes lainnya.
“Ada peserta yang mengadu seperti dianaktirikan, pelayanan beda. Hal-hal ini menjadi fokus kami karena hampir semua Faskes sekarang menggunakan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Dalam pelayanan, pihaknya tidak lagi menanyakan kartu BPJS tapi KTP. Selain itu, juga tidak pernah meminta foto copy. Tidak ada bayaran, jika diminta bayaran untuk beli obat bisa dilaporkan.
Pelayanan di luar FKT faskes terdaftar jika emergency, jika faskes menolak bisa dilaporkan. Memberikan obat yang dibutuhkan,tidak meminta peserta membeli obat. Tidak melakukan pembatasan hari rawat pasein.
“Ada yang mebatasi sampai 3 hari bisa dilaporkan, harus sembuh baru boleh pulang,” ujarnya.
Seperi halnya kemarin, di salah satu rumah sakit, pihaknya telah melakukan evaluasi, untuk mencari faskes yang berkomitmen dengan syarat layanan BPJS Kesehatan. Sehingga sampai saat ini pihak BPJS tidak melakuka kerjasama dengan faskes tersebut.
“Ada poin yang tidak terpenuhi, ketersedian ruangan yang tidak terpenuhi, tatat cara administrasi. Itu yang menjadi catatan kita. Ketika faskes kerja sama dengan kami harus komit dong. Ruangan VIP-nya belasan, ruangan kelas tiga hanya 8, ruangan kelas dua 4, ruangan kelas satu 2. Ini yang akan menggiring pasein untuk naik kelas. Kami butuh faskes tapi tetap dengan komitmen sehingga kami minta evaluasi sistemnya,” tandasnya. (Jay)








