
GIANYAR – Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah, dalam pileg 2024 mendatang sampai saat ini menyatakan tidak akan maju dalam perebutan kursi DPRD Provinsi. Cok Ibah menyabut setalah lama berkecimpung di dunia perpolitikan ia saat ini ingin fokus ngayah sebagai bendesa adat Ubud.
Hal ini diungkapkan saat ditemuai dalam suatu acara di Wantilan Pura Desa Adat Ubud, Rabu (8/2). Menurut mantan ketua DPD II Golkar Gianyar ini tidak akan meju sebagai calon apa pun. Dirinya ingin fokus ngayah sebagai bendesa adat Ubud. “Ngih 2024 memargi seperti biasa, tapi tiang ten dados calon, tiang mau fokus ngayah dados Bendesa,” ujar calon Bupati Gianyar pada pilkada 2019 ini.
Ia mengaku cukup banyak parpol yang telah meminangnya. Ibah yang sudah dua kali duduk di DPRD Provinsi melalui Partai Golkar menyebutkan menghormati pinangan partai-partai tersebut. “Banyak yang minang, saya hormati kepercayaan yang telah diberikan. Namun karena keterbatasan tiang yang tidak bisa lagi melakoni politik praktis,” jelasnya.
Tapi pengabdian saya di adat nanti mohon dibantulah untuk mencarikan solusi pada setiap permasalahan yang ada kepada siapa pun yang jadi nantinya. “Masalah Ubud salah satunya yang belum tertangani adala macet. Saya pikir pemerintah sudah serius menangani ini. Hanya memang pemerintah yang dipikirkan bukan satu saja tapi banyak, apa lagi adanya wacana ULAPAN,” jelasnya.
Diharapkan nantinya dari PHRI ikut juga melakukan FGD terkait kemacetan Ubud. Karena yang parkir-pakir di jalan ini juga dari pegawai hotel dan restaurant yang ada di Ubud. “Saya pikir PHRI juga harus mulai sebagai media penyambung ke hotel dan restaurant untuk ikut serta menertibakan parkir hingga kemacetan Ubud bisa cepat terurai,” pungkasnya. (jay)








