
BULELENG – Mewakili Kalemdiklat Polri, Komjen. Pol. Rycko Amelza Dahniel, Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra membuka secara resmi Pendidikan dan Pembentukan Bintara/Tamtama (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun Anggaran (T.A.) 2023.
Selain mengucapkan selamat datang, kepada 162 orang peserta didik juga ditekankan agar bersungguh-sungguh mengikuti pendidikan dan latihan untuk menjadi insan Tribrata yang profesional, bermoral serta memiliki mental dan integeritas yang baik.
“Keberhasilan yang telah saudara raih merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa serta hasil perjuangan panjang dan buah dari ketekunan, keuletan serta kesungguhan saudara dan tidak lepas dari doa, dukungan orang tua dan keluarga,” ungkap Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Danu Putra saat membuka Diktukba Polri Gelombang I T.A. 2023 di SPN Polda Bali di Singaraja, Selasa (7/2/2023).
Ia mengajak peserta didik yang akan mengikuti pendidikan selama 5 bulan agar memanfaatkan kesempatan untuk menjadi polisi sejati.
“Bulatkan tekad, kalian bisa mengikuti dan menyelesaikan pendidikan dengan baik, buat bangga keluarga dan negara, bahwa kalian bisa,” tegasnya.
Sesuai kebijakan Kapolri, dalam tranformasi Polri Presisi, pendidikan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan SDM Polri yang unggul pada Era Police 4,0.
“Polisi yang mampu bertanggungjawab dan menjawab tantangan di Era Digital serta harapan masyarakat yang semakin tinggi kepada polisi-nya. Kehadiran, kemampuan dan perilaku saudara dilapangan akan menentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, program pendidikan dirancang dengan mengutamakan kualitas dan memberikan porsi pembelajaran yang lebih besar pada praktek kerja lapangan dan pembentukan karakter kebayangkaraan.
Kapolda Jayan menegaskan hakekat pendidikan Polri tidak saja untuk memberikan ilmu pengetahuan, untuk kecerdasan dan keterampilan, namun lebih dari itu, untuk membentuk polisi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membentuk ahlak yang mulia.
“Karena sesungguhnya, pendidikan itu adalah untuk memuliakan manusia. Dengan demikian, penekanan utama pada kurikulum pendidikan difokuskan pada pendidikan aspek karakter dengan penekanan pendidikan etika dan moral, santun, empati dan kasih sayang, integritas dalam pelayanan publik serta malu melakukan pelanggaran dan kejahatan,” terangnya.
Didukung aspek ilmu pengetahuan untuk meningkatkan keunggulan, kreatifitas dan inovasi.
“Dilengkapi dengan aspek ketrampilan untuk meningkatkan kemampuan praktek ilmu kepolisian yang didukung oleh teknologi,” pungkasnya.(kar/jon)








