
DENPASAR – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilaksanakan pasca pandemi Covid-19 dan berjalan sukses, aman dan damai serta mendapat dukungan penuh masyarakat Bali.
Kesuksesan G20, tentunya Bali semakin penuh mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo dan kepercayaan semakin tinggi pula dari dunia internasional.
Pelaksanaan G20, diibaratkan Bali mendapat pengisian energi terhadap perekonomian yang luar biasa sehingga setelah G20 berjalan sukses, mulai terasa kebangkitan ekonomi pariwisata Bali.
Hal itu diungkapkan anggota Fraksi PDIP, DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana di Sekretariat DPD PDIP Bali, Renon Denpasar, Jumat (25/11/2022). Politisi PDIP Bali ini didampingi rekannya Ketut Boping Suryadi, Gusti Putu Budiarta dan Nyoman Budiutama.
Menurut Adhi Ardhana yang juga Ketua Komisi III DPRD Bali, kegiatan G20 juga merupakan sebagai ‘charger’ (pengisian energi,red) terhadap perekonomian Bali.
“Kalau struktur ekonomi Bali pada pariwisata, dengan jumlah kedatangan tamu, maka G20 sebagai pendorong ekonomi sehingga mata dunia tertuju pada Bali,”ujarnya.
Adhi Ardhana mengatakan, semua potensi keekonomian bisa ditampilkan. Seperti halnya hasil kerajinan Tenun Bali saat pelaksanaan G20 menjadi pakaian resmi kepala negara. Hal inipun sempat viral dan menjadi point menarik selama KTT G20. Demikian juga halnya dengan produk petani yakni Arak Bali juga disuguhkan pada kepala negara saat KTT G20.
“Struktur pariwisata Bali tidak kalah dengan negara lain dan Bali masih menjadi terbaik didunia,”tegasnya.
Sementara Ketut Boping Suryadi anggota fraksi dari Dapil Tabanan menyampaikan dengan keberhasilan G20, nilai tawar Bali pasti naik baik secara nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fraksi PDIP minta pada Gubernur Bali Wayan Koster untuk terus melanjutkan komunikasi dengan pemerintah pusat.
Dengan harapan, kepercayaan presiden Joko Widodo atas keberhasilan penyelenggaraan G20 di Bali, pemerintah pusat bisa memberikan perhatian lebih terhadap anggaran dan infrastruktur. Walaupun menjelang G20, Bali telah banyak mendapatkan suntikan dana untuk infrastruktur dan yang lainnya.
“Kita berharap, perhatian pusat Bali, ketika ada kegiatan atau event-event penting dan seharusnya tidak ada eventpun Bali harus tetap mendapat perhatian dari pemerintah pusat,”pintanya.
Politisi PDIP dari Dapil Tabanan ini menambahkan, perhatian pemerintah pusat tidak cukup pada momen dan event tertentu saja tetapi perhatian pusat yang berkelanjutan.
“Salah satunya mendorong keinginan Bali untuk menyelesaikan UU Provinsi Bali guna menjaga eksistensi Bali dan pelestarian adat dan budaya Bali,”pungkasnya. (arn/jon)








