
BULELENG – Lagi, seorang warga Banjar Dinas Dauh Margi Desa Tirtasari Kecamatan Banjar, Nyoman Yordaya (57) meninggal dunia akibat gigitan anjing.
Dengan riwayat Gigitan Hewan Penyebar Rabies (GHPR) pada betis kanan, sempat dibersihkan dengan air dan sabun namun tidak berobat ke fasilitas kesehatan kurang lebih 1,5 – 2 bulan, korban dibawa ke RSUD Tangguwisia karena mengeluh tidak enak badan.
“Pasien diterima IGD RSUD Tangguwisia pada tanggal 24 Oktober 2022 pukul 16.30 Wita dengan keluhan sesak nafas, menolak minum air, gelisah dan takut angin,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Buleleng Sucipto usai sosialisasi vaksinasi booster di sejumlah desa/kelurahan, Minggu (30/10/2022).
Karena menunjukkan gejala khas rabies, kata Sucipto, pasien yang langsung membunuh anjing tetangga yang menggigitnya ini dirujuk ke RSUD Buleleng. “Pasien yang diterima RSUD Buleleng, Senin (24/10/2022) Pukul 23.00 wita dengan keluhan sulit menelan, kedua tangan kesemutan, sesak nafas, gelisah dan hipersalivasi ini sempat dirawat dengan kedua tangan dan kaki terikat.
Dinyatakan meninggal dunia Rabu (26/10/2022) Pukul 00.45 wita akibat gagal nafas dengan gejala khas rabies, suspect rabies seperti takut air, cahaya dan angin,” tandasnya.
Jenazah pasien yang meninggal dunia akibat suspek rabies dengan faktor pendukung diagnosis riwayat GHPR kurang lebih 1,5 – 2 bulan dan tidak mendapat VAR ini langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Ia menambahkan, selain penanganan pasien Tim Rabies Center Dinkes Buleleng juga melaksanakan penyelidikan epidemiologi, pemberian VAR terhadap kontak erat pasien GHPR, Koordinasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap keluarga pasien serta koordinasi lintas sektor,instansi terkait.
“Dari hasil tracing yang dilakukan surveilan ada lima orang kontak erat pasien GHPR yang telah diberikan VAR I, dan terus dilakukan pemantauan hingga tuntas menerima VAR tahap III,” ungkapnya.
Dengan adanya 2 kasus meninggal dunia akibat suspek rabies di Desa Tirtasari, Sucipto berharap pemerintahan desa setempat untuk bersama-sama dengan stakeholder terkait, melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian rabies secara terintegrasi berbasis sumber. (kar,dha)








